FF : BLAQ DREAM 6 – END

Author            : @chacapsp

Rating : PG16

Genre  : sad , romance  , sedikit kekerasan .__.v

Length            : chaptered- end

Casts    :

  • Yang Seungho – Mblaq  as Hyejin’s Husband
  • Park Yoochun – JYJ as Hyejin’s fake Brother
  • Jang Hyejin [OC]
  • Park Soyeon — T-Ara
  • Jung G.O – Mblaq
  • Lee Joon — Mblaq
  • Park Cheondoong – Mblaq
  • Bang Mir – Mblaq

Back Song       : Mblaq –  We Used to Love

****

 “tapi nuna masih emm . . bagaimana ya aku mengatakan nya ya ? Nuna masih cinta Seungho hyung kan ?” tanya Cheondung tersendat-sendat , takut Hyejin tersinggung

“emm . . kurasa tidak” ucap Hyejin pelan

Mir dan Cheondung saling bertukar pandang , bingung apa yang harus mereka lakukan selanjut nya . Cheondung buru-buru mematikan handphone nya

“aku  tidak mencintai Seungho oppa lagi , tapi aku sangat-sangat mencintai nya” ucap Hyejin sambil menatap kedua dongsaeng nya “yak ! kenapa kalian berdua jadi suram begini hah?” lanjut nya kemudian

“apa yang paling nuna inginkan dari hyung ?” tanya Cheondung . Hyejin terlihat berpikir

“aku . . . Hanya ingin oppa datang saat aku ketakutan”

“memang nuna pernah ketakutan ? Emm maksud ku benar-benar takut ?” tanya Mir

“tentu saja pernah” Hyejin menjawab pelan , baru saja Mir akan bertanya lagi tapi Hyejin sudah memotong dengan suara serak

“tentu saja pernah , malah sering”

“huhuhu , kami sayang nunaa~” sontak Cheondung dan Mir memeluk Hyejin yang kebingungan

“kami tidak akan meninggalkan nuna , huhuhu”

****

Satu Minggu Kemudian

Hyejin Pov

Aduh kenapa dari tadi tidak ada taksi lewat ? Sudah jam sembilan malam ! Harus nya sejak satu jam tadi aku sudah sampai di rumah ! Apa oppa sudah makan malam ? Tadi pagi sih aku menggoreng cukup banyak ayam berharap cukup untuk makan malam oppa , tapi lain hal nya jika tiba-tiba Mir dan Thunder nyelonong numpang sarapan bersama oppa , pasti ayam nya sudah habis

Hening

Aish apa yang kau pikirkan Hyejin ? Kau pikir Seungho oppa ada di rumah huh ? Dasar pabo Hyejin . Belakangan ini aku sering sekali DeJavu , menyebalkan sekali

By the way , hari ini aku mengurus kuliah ku , aku akan cuti sekitar satu tahun , aku tidak mungkin meninggalkan Cheonsa yang masih sangat kecil ini di rumah sendirian selama aku kuliah , memang nya aku ibu macam apa ?

Aku mendorong kereta bayi Cheonsa pelan , aku lelah sekali hari ini . Kuputuskan untuk duduk dulu di halte yang ada di seberang jalan Sinsandong sana . Entah mengapa sejak melahirkan aku jadi gampang lelah . Untunglah Cheonsa mudah tertidur , bagaimana jadi nya jika malam-malam begini dia menangis kejar seperti kemarin ? Aigo , pasti orang-orang akan terganggu

Terganggu . . . Ah hari ini juga aku sangat terganggu dengan orang-orang di taman ! Kenapa ? Karena banyak sekali yang membawa pasangan nya ke taman hari ini , dan kurasa hanya akulah yang tidak bersama pasangan , huft

Flashback

“ah aku lelah berjalan di pelataran SNU yang luas ini , menyesal juga masuk SNU” rutuk ku pelan

Namun begitu aku terus mendorong kereta bayi Cheonsa hingga aku benar-benar lelah aku memutuskan untuk berhenti di taman dekat halte . Aku duduk di bangku kayu bercat merah marun yang menghadap langsung ke danau kecil di tengah-tengah taman ini

Tunggu , kenapa bangku nya berwarna merah marun ? Aku melihat-lihat sekeliling . Wah benar ! Semua bangku disini berwarna merah marun ! Wah , neomu kyeopta ! Aku kan suka warna merah marun ^^ itulah mengapa diary ku berwarna merah marun hehe ^^

Aku duduk diam sambil menatap danau kecil dihadapan ku . Dulu aku suka kesini bersama Chun oppa . Sekarang sudah tak bisa lagi . Chun oppa sudah sangat sibuk dan lebih sering diluar negeri untuk mengurus grup nya , hhhh~ aku jadi kesepian

“Hei , Minri tunggu aku ! Jebal~”

“apalagi sih Changsun ? Aku malas pulang bersama mu , kau itu kerjaan nya mengganggu ku saja !”

Aku tertawa pelan , tak jauh di depan ku , ada sepasang murid SMP sedang bertengkar . Si namja yang gayanya sedikit kutu buku lengkap dengan kacamata bulat , mati-matian mengejar si yeoja yang gaya nya sangat sporty . Lucu sekali

“mi..mianhae Minri-ah , ak..aku tidak bermaksud mengganggu mu”

“lalu kalau bukan mengganggu ku , nama nya apa hah ? Kau mengikuti ku kemana pun ku pergi , memberiku jawaban saat ulangan , aku tahu kau pintar , tapi itu menggangguku Changsun !”

Mereka berhenti tepat selurus dengan tempat ku duduk , dan telak menutupi pandangan ku . Tapi aku tidak terganggu , malah aku sangat tertarik melihat anak-anak itu bertengkar , sangat menggemaskan >,<

“mi..mianhae , a ..aku hanya tidak tahu cara nya membuat kau senang Minri-ah”

“huh , jangankan membuat aku senang , keberadaan mu hanya mengganggu ku Changsun . Lagipula untuk apa kau melakukan itu semua sih?”

“karena . . . Aku menyukai mu Minri”

Phuahahaha , aish anak remaja sekarang sangat lucu ya ^^ Baru kali ini kulihat namja kutu buku berani menyatakan perasaan nya pada yeoja yang style nya berbanding terbalik dengan nya , hahaha aigo~

Sepuluh menit kemudian aku mulai lapar . Taman pun kembali sepi setelah pasangan tadi pergi , maksud ku taman sekitar ku, karena secara keseluruhan taman ini tak pernah sepi

“chagi , belikan aku Ice Cream dong”

“beli saja sendiri , wekk”

“Yaak ! Sanghyun ! Awas kau !”

Aigo , ada pasangan yang bertengkar di depan ku lagi . Tapi jujur kuakui , kedua pasangan tadi memang sangat cocok . Terlebih pasangan yang ini , seperti nya mereka sudah SMA

“Sanghyunnn! Belikan aku Ice Cream!!”

“Aish iya iya , Hana ! Jangan cerewet maka nya”

Akhirnya si namja bernama Sanghyun itu setengah berlari ke stand yang menjual makanan ringan di ujung taman. Meskipun terlihat menyebalkan ternyata dia namja yang baik , mau menuruti permintaan yeoja nya , kekeke dasar namja . . .

Author Pov

Hyejin terdiam saat menyadari betapa bahagianya kedua pasangan tadi , setidak nya itu dimata nya . Tak usah susah-susah menebak apa yang sekarang sedang Hyejin rasakan .

Iri . Tentu saja ia iri . Pikiran nya langsung terbang mencari rupa wajah namjanya  yang tampan itu , Seungho

“oppa~ bogosipo”  lirih Hyejin pelan

Flashback End

oek oek oek oek!!

“aigo , Cheonsa~” Hyejin berseru kaget karena tangisan Cheonsa memecah lamunan nya . Segera ia angkat tubuh Cheonsa ke dekapan nya lalu menimang-nimang nya agar berhenti menangis

“cup cup cup anak eomma jangan menangis” Hyejin bersenandung kecil berusaha menghentikan tangis malaikat kecil nya itu

Tapi entah apa yang terjadi dengan Cheonsa , ia malah menangis semakin keras . Membuat Hyejin sedikit panik

“cup cup Cheonsa tidak boleh menangis~ Aigo cup cup cup sayang” Hyejin berusaha menenangkan Cheonsa semaksimal mungkin tapi Cheonsa tak kunjung berhenti menangis

“uhuk-uhuk” tiba-tiba Hyejin batuk

Asap rokok memenuhi rongga pernapasan Hyejin . Hyejin menoleh , entah sejak kapan disamping nya kini ada dua orang namja berpakaian sobek sana-sini bak preman lengkap dengan dua batang rokok dimulut mereka masing-masing

Hyejin menggeser duduk nya menjauh dari dua orang tadi . Selain bahaya untuk bayi nya , asap rokok juga sangat bahaya untuk dirinya sendiri , Hyejin adalah pengidap asma cukup parah –sama seperti Yoochun– , jadi jika berada dekat-dekat dengan asap, Hyejin pasti akan langsung batuk-batuk parah nya bisa sampai kambuh penyakit nya

oek oek oek oek

“ssht . .  uljima Cheonsa , ada eomma disini” Hyejin hampir putus asa menenangkan Cheonsa yang tak kunjung berhenti menangis . Ditambah dua preman tadi gerak-gerik nya sangat mencurigakan . Ya Tuhan, selamatkanlah aku dan bayi ku , ucap Hyejin dalam hati

Setelah berbisik-bisik cukup lama . Preman tadi membuang rokok mereka asal , lalu berdiri dari duduk nya . Baru saja Hyejin mau bernafas lega karena sepertinya preman tadi mau pergi , kini nafas Hyejin malah semakin tercekat

Buru-buru Hyejin bangkit dari duduk nya sambil menggendong Cheonsa , lalu berjalan kearah jalan yang lebih ramai , karena jalanan dimana halte tadi berada sangat sepi . Cheonsa kini sudah tak terlalu keras menangis , hanya terisak kecil . Hyejin semakin mempercepat langkah nya , bahkan kereta bayi nya Cheonsa ia tinggal begitu saja di halte tadi

Bukk

Tubuh Hyejin menabrak sosok besar di depan nya, hingga langkah nya sedikit oleng

“buru-buru sekali , santai saja” ucap sosok lain dari belakang Hyejin  . Tubuh Hyejin mengejang , ia sangat takut sekarang

Tapi sepenakut-nakutnya Hyejin ia harus jadi pemberani sekarang , karena ada yang harus ia lindungi saat ini, Cheonsa

Dengan segenap keberanian , Hyejin melangkahkan lagi kaki nya dengan sangat cepat , tak peduli jika nanti penyakit nya harus kambuh

“hey , kau tuli ya nona ?” kedua sosok tadi berjalan mengejar Hyejin

Hyejin semakin mempercepat langkah nya , bahkan kalau bisa dibilang , ia berlari sekarang . Bibirnya mengucap rentetan kalimat do’a yang ia panjatkan pada Tuhan nya , meminta perlindungan

“heh , jangan sok jual mahal . Ayolah dia bukan anakmu mu kan ? Mana mungkin yeoja secantik dirimu sudah menikah semuda ini?” salah satu sosok tadi mengcengkram pundak kiri Hyejin , agar ia berhenti berjalan . Sontak Hyejin langsung menampar wajah orang tadi

“JANGAN MACAM-MACAM YA!” tak ada keraguan tersirat dari suara Hyejin , ia benar-benar marah dan takut disaat bersamaan

“ngomong baik-baik kok dijawab kasar sih hah? Nantangin ?”

BUGH!

Satu tonjokan telak mengenai wajah Hyejin dan sukses membuat tubuh Hyejin terjatuh ke jalan , bersama Cheonsa yang masih berada dalam pelukan nya

“yeoja sok jual mahal seperti dia harus diberi pelajaran ya kan Kim ?”

“betul itu Lee!”

“YAK LEPASKAN AKU !!”

****

“hyung~ kapan nuna pulang ? Ini sudah malam sekali loh hyung” Cheondung menghampiri Seungho yang sedari tadi tak henti-henti nya merapihkan bungkusan besar berwarna merah marun yang ia letakkan dikamar Hyejin

“sebentar lagi Cheondungie , kalau sampai jam sembilan lewat Hyejin belum pulang pasti dia tidak naik taksi” ucap Seungho dengan senyuman meyakinkan(?)

“tapi ini sudah jam setengan sepuluh hyung ! Aku takut ada apa-apa dengan Hyejin nuna dijalan” ucap Cheondung gusar

“tapi kalau aku menjemput Hyejin, nanti jadi tidak surprice dong Cheondungie “ ucap Seungho bingung

“yah dibanding kado besar itu , Hyejin nuna juga pasti lebih memilih dirimu hyung ! Ayolah , jemput nuna sana hyung , perasaan ku tak enak”

Seungho berpikir . Ini memang sudah sangat malam , melewati batas jam biasa Hyejin sampai dirumah . Sebetulnya Seungho juga ingin menjemput Hyejin , tapi nanti jadi tidak surprice dong ?

Seungho sudah mempersiapkan kejutan untuk Hyejin hari ini . Seungho membelikan Hyejin sepasang boneka beruang besar berwarna merah marun yang besar nya nyaris sama dengan dirinya . Lalu satu jam yang lalu ia baru saja selesai memasak berbagai macam makanan dari coklat untuk Hyejin . Terakhir , ia akan menyanyikan lagu Love Song milik boss nya , Bi Rain ,  diiringi dengan permainan keyboard oleh Cheondung . Itulah mengapa Cheondung kini masih berada di apartement Seungho , sementara Mir , Joon , dan G.O sudah molor sejak tadi

BRAKK

“HYUNG ! SEUNGHO HYUNG !” Seungho langsung berlari keluar kamar saat nama nya diteriaki Joon seperti itu

“Ada apa Junie ? Kenapa kau teriak-teriak seperti ini hah?” Seungho berusaha menenangkan Joon yang napas nya sangat memburu seperti habis berlari

“Hyejin . . hosh hyung ! Hyejin ! SELAMATKAN HYEJIN, HYUNG!” teriak Joon lagi , ia mencengkram kedua bahu Seungho saking tegang nya

“a.a.apa maksud mu Junie ?”

“HYEJIN ! HYEJIN DALAM BAHAYA SEKARANG !! DI JALAN SINSANDONG !”

Setelah berusaha mencerna ucapan Joon mati-matian , tubuh Seungho langsung berlari keluar apartement . Pikiran nya sangat kalut saat mendengar kata ‘Hyejin dalam bahaya’  . Ia tabrak siapa saja yang ada didepan nya agar ia bisa lebih cepat menyelamatkan Hyejin . Bodoh nya saat ia sudah sampai di pelataran apartement ia lupa membawa kunci mobil nya , dan ia tak mungkin naik keatas lagi untuk mengambil nya

Seungho menjambak rambut nya frustasi . Sudah hampir sepuluh menit ia berlari kearah jalan Sinsandong tapi ia belum sampai juga , jalan tersebut berjarak lima kilometer dari apartement Jtune . Dan tentu saja hanya atlet lari saja yang bisa menempuh jarak tersebut dalam hitungan sepuluh menit . Parahnya lagi , ia juga lupa kalau jam segini Bus hanya beroprasi tiap satu jam sekali , dan tak mungkin ia menunggu satu jam dulu agar bisa ke jalan Sinsandong tersebut

TIIN TIIN

“SEUNGHO ! HOY!” Seungho menoleh , dibelakang nya terlihat G.O dengan mobil sedan hitam nya sedang melambaikan tangan kearah nya

Seungho berhenti berlari , menunggu G.O menghampiri nya

“ayo naik . Kurasa kau benar-benar gila Seunghoyah , menuju Sinsandong hanya dengan sepasang kaki” tanpa ba-bi-bu Seungho langsung masuk kedalam mobil G.O , dan langsung melesat ke kawasan Sinsandong

****

“HYEJIIIINNNN!” suara Joon menggelegar , memenuhi ruang tamu apartement Mblaq hingga membuat G.O yang sedang terlelap bangun seketika

“heh ! Ada apa Joonie ?” bentak G.O yang kesal tidurnya terganggu , Joon yang tak menggubris pertanyaan G.O malah langsung berlari keluar apartement

Sedetik kemudian , terdengar suara pintu dibanting , dilanjutkan suara teriakan Joon lagi . G.O yang penasaran pun keluar dari apartement nya . Sial nya , baru saja ia melangkahkan kaki , tubuh nya sudah tertabrak orang yang berlari sangat buru-buru

“YAK! AWAS KAU—eh itukan Seungho” G,O bangkit dari jatuh nya , rasa penasaran nya semakin besar kini , mengalahkan rasa sakit di kepala nya yang terjeduk tembok tadi

“Joon ! Hey , ada apa ini jelaskan pada ku ?” tanya G.O tak sabaran saat melihat Joon yang muka nya entahlah . . Ada banyak ekspresi disana

“Hyejin , aku bermimpi Hyejin dalam bahaya dan Seungho hyung sedang mengejar Hyejin sekarang”

“M..MWO ? DIMANA ?”

“dijalan Sinsandong, hyung”

“Jangan bilang Seungho tidak bawa mobil ?” tanya G.O lagi , tapi Joon hanya mengedikan bahu pertanda tak tahu . Hingga tak sampai semenit kemudian , Cheondung datang dengan muka cemas

“Jio hyung ! Seungho hyung tak bawa kunci mobil!”

“mwo ? Astaga , orang itu”

****

 “ARRRGHH SIALAN” Seungho berteriak frustasi , di depan nya hanya ada kereta bayi Cheonsa yang kosong . Dibalik redup nya malam , mata nya berkilat merah , antara khawatir , marah dan kesal

“Seungho ! Lihat ! Bukan nya itu tas Hyejin?” G.O menarik lengan  Seungho , agar mengikuti nya untuk melihat apakah tas yang tergeletak di tengah jalan itu tas nya Hyejin atau bukan

“Aigo ! benar ! Lihat ini tas nya Hyejin !” seru G.O senang , kerena mendapat sedikit petunjuk akan keberadaan Hyejin

Tepat lima menit yang lalu , mereka berdua sudah berada di halte Sinsandong , tapi yang mereka dapatkan hanya kereta bayi Cheonsa . Dan hal ini membuat Seungho naik pitam , ia bersumpah akan menghabisi orang yang berbuat macam-macam pada Hyejin

“AKU LEBIH MEMILIH MATI KETIMBANG DISENTUH TANGAN MENJIJIKAN KALIAN !”

Seungho tercekat , tubuh nya menegang saat mendengar teriakan samar-samar tadi memecah keheningan malam . Sejurus kemudian ia baru sadar kalau itu adalah suara nya Hyejin

“HYEJIN !” seru Seungho spontan

“Byunghee!  itu pasti suara Hyejin , ayo kita cari !“

“ne , kajja !“ tanpa berpikir dua kali mereka langsung berlari sekencang-kencang nya kearah suara tadi berasal

****

“LEPASKAN TANGAN KOTOR MU!” teriak Hyejin saat salah satu dari orang tadi mengangkat tubuh Hyejin . Sebenarnya Hyejin sudah hampir tak berdaya sekarang , kepalanya saat pening karena ditampar orang tadi . Ujung dari bibir nya mengeluarkan darah ditambah pipi kanan nya membiru

“tangan kotor ? Cih jangan mentang-mentang kau orang berada kau jadi sombong begini yah ! Mungkin sekarang kau bisa bicara begitu , lihat saja nanti jika kau sudah kami bawa ke pangkalan kami , ayo Kim , bawa dia” orang yang bernama Lee menyuruh kawan nya agar membawa Hyejin

“KUBILANG LEPASKAN ! KALIAN TULI HAH ?” Hyejin berusaha memberontak dari cengkraman kedua orang tersebut . Kaki nya berusaha menendang tubuh kedua orang tadi , tapi tak begitu menghasilkan efek karena tubuh kedua orang itu jauh lebih besar dari pada tubuh nya

“TOLONG ! TOLONG ! TOLONG AKU!” Hyejin berteriak sekuat yang ia mampu , ia bersumpah jika tenggorokannya akan sangat sakit setelah ini

“TOLONG AKU ! SIAPA PUN TOLONG AKU”

“Yak ! DIAM ! Kim ! Bekap mulutnya , ikat juga tangan nya” Kim segera berlari kearah mobil pick up yang ternyata sudah mereka siapkan tak jauh dari tempat itu , mengambil tali tambang seperti yang disuruh Lee

“JANGAN SENTUH BAYI KU” kemarahan Hyejin memuncak saat Lee tiba-tiba merebut Cheonsa dari pelukan nya , keadaan ini dimanfaatkan Kim untuk membekap Hyejin yang lengah

“MMPHH MMPHH MMPH!” suara teriakan Hyejin kini benar-benar teredam suara kain yang menyumpal mulut nya

Tapi Hyejin tak menyerah secepat itu , ia terus menggeliat-geliatkan tubuh nya saat mau diikat

Berhasil ! Tangan nya tak jadi terikat . Tanpa aba-aba Hyejin langsung menendang daerah vital Kim , ia langsung menjotos Lee semampunya dan merebut Cheonsa  lalu berlari sekencang-kencang nya

“SHIT ! KEJAR DIA” kedua cecunguk tadi langsung bangkit berdiri lalu mengejar Hyejin yang lari nya semakin memelan karena kehabisan tenaga

“Tuhan , jika memang sudah waktunya aku kembali kumohon aku lebih memilih tertabrak truk saja bersama Cheonsa daripada harus mati ditangan mereka” ucap Hyejin dalam hati , air mata nya mulai turun membuat pandangan nya kabur

“Tuhan , doa terakhir ku . . aku ingin Seungho oppa bahagia” ucap Hyejin pelan, diwajah nya tercetak senyum yang sangat tulus

Ia benar-benar berharap Seungho bahagia nantinya, dan lepas dari beban tanggung jawab akan dirinya selama ini

“BERHENTI KAU SIALAN !” Hyejin menoleh dan mendapati dua orang tadi sudah berada di belakang nya

“KALAU SAJA KAU TAK BANYAK TINGKAH , KAU AKAN KAMI PERLAKUKAN BAIK-BAIK!”

“AKU LEBIH MEMILIH MATI KETIMBANG DISENTUH TANGAN MENJIJIKAN KALIAN !” tantang Hyejin

Setelah mengucap doa terakhirnya , ia merasa dirinya sedikit memiliki kepercayaan . Kepercayaan kalau dirinya memang sangat mencintai Seungho, meski Seungho sama sekali tak pernah berpikir begitu

“KURANG AJARR!” geram Kim sambil mengangkat sebilah kayu cukup besar entah darimana

Hyejin terpaku melihat bilah kayu tersebut, jantung nya mencelos . De Javu . Ia menggigil . Ia pernah mengalami ini sebelum nya .

Flashback

Saat ia masih SMP dulu, saat pulang les malam-malam . Ia bertemu dengan orang mabuk yang sedang marah-marah  sambil membawa botol minuman nya . Hyejin berusaha tetap berjalan dengan tenang saat orang itu berjalan di sisi jalan yang sama dengan nya

Namun tiba-tiba orang itu mengamuk . Ia melempar botol yang dipegang nya . Lalu orang itu berteriak-teriak tak jelas . Matanya melotot dan memerah , membuat Hyejin meringis ketakutan

Lalu kemungkinan terburuk yang Hyejin pikirkan pun terjadi . Orang itu berlari-lari kearahnya . Kontan Hyejin pun juga langsung berlari ketakukan . Hyejin berlari tanpa arah , kemanapun kakinya membawanya menjauh dari orang tadi .

BRUG

Tubuh Hyejin terjembab ke jalanan . Ia tersandung tali sepatunya sendiri yang simpul nya lepas

“RRWAA GWWRAA” orang tadi hanya tinggal berjarak tiga meter dari tubuh Hyejin

Hyejin menangis . Ia tak kuat bangun . Kaki nya terkilir dan sangat sakit , bahkan berdiri pun ia tak kuat

Orang tadi mengayunkan tongkat yang entah ia dapat darimana

“Ji Aeee! KENAPA KAU SELINGKUH ??” teriak orang itu , berhalusinasi kalau Hyejin adalah mantan kekasih nya

“KAU HARUS MENDAPATKAN BALASAN NYA JI AEE” orang itu mengayuh tongkat kayu nya tepat kearah tubuh Hyejin yang masih merapat pada jalan . Hyejin menutup matanya sambil melindungi kepalanya . Tangisan nya semakin kencang

BUGHHH

Suara tubuh orang jatuh membuat Hyejin mau tak mau membuka mata nya , ditambah ia juga sama sekali tak merasakan sakit di tubuh nya . Di depan nya , ada tubuh tak berdaya orang sinting tadi dan sepasang kaki seorang namja yang sepertinya tadi melindunginya

Hyejin mendongakan kepalanya

“maafkan oppa Jinie , oppa telat datang” ucap orang itu sambil merendahkan tubuh nya lalu memeluk Hyejin

“CHUNN OPPAAA”

Flashback End          

Hyejin terpaku melihat bilah kayu tersebut, jantung nya mencelos . De Javu . Ia menggigil . Ia pernah mengalami ini sebelum nya .

Tapi kali ini tak ada lagi Yoochun yang akan melindungi nya . . .

Tak akan ada lagi Yoochun yang menggendongnya ala piggy back sampai rumah . . .

Tak ada lagi yang akan mengobati luka-lukanya . . . .

Dan yang paling membuat Hyejin takut , ia tahu ia tak akan selamat sekarang .

“HIYAAAKK” teriak Kim sebagai aba-aba mengayunkan tongkat nya

Melihat kayu yang sedang diayunkan kearah nya seperti itu membuat jantung Hyejin berhenti bekerja . Tubuh nya melemas dan—-

—BRAKKK

Suara kayu yang patah , membelah atmosfir hening yang menyelimuti tempat itu selama beberapa saat tadi . Pandangan Hyejin menggelap . Sedetik kemudian tubuhnya terjatuh ke jalan bersama Cheonsa yang masih ada di dekapan nya

****

Pening . .

Pusing . .

“enggh” Hyejin berusaha membuka mata nya

Leher nya terasa pegal karena sepertinya penyangga leher nya bukan sebuah bantal atau boneka beruang kesayangan nya yang diberi oleh Seunghun, seperti . . seperti lengan seseorang pikir Hyejin,  ditambah ia juga merasa tubuh nya terasa tertindih lengan seseorang

Butuh beberapa detik sebelum Hyejin benar-benar bisa melihat dengan sempurna , tapi , baru saja ia membuka mata nya , ia langsung menutup mata nya lagi . Silau . Tubuh nya tepat menghadap ke sumber cahaya

Hyejin menenggelamkan wajah nya kebenda di depan nya, menghindari sinar matahari yang membuat matanya sakit

“kau sudah bangun ?” tanya seseorang dengan suara yang sangat penuh kasih sayang

“eum” Hyejin mengangguk sekena nya , masih berusaha menghindari sinar matahari dengan cara memeluk benda di depan nya

Tiba-tiba Hyejin merasa rambut nya dielus seseorang . Hyejin diam saja dan terus memeluk benda yang sangat nyaman untuk dipeluk itu

Sepertinya aku tahu itu suara siapa, guman Hyejin . Dan juga . . . Harum ini . . Seperti harum tubuh seseorang , seseorang yang sangat aku rindukan . Tapi siapa ?

“kau pusing Hyejinie ?” tanya suara itu lagi

Entah kenapa jantung Hyejin berdebar-debar saat namanya diucapkan suara itu . Hyejin yakin ia mengenal suara itu , tapi ia tak bisa mengingat siapa dan bagaimana rupa orang itu . Melawan rasa penasaran nya , Hyejin mendongakan kepalanya keatas , kearah suara itu berasal. .

Mata bulat dengan bingkai sedikit kehitaman

Hidung mancung

Bibir merah yang sangat kontras dengan kulit orang tadi yang putih

“Hyejinie ?” ucap orang itu bingung karena diperhatikan terus-terusan oleh Hyejin

Satu persatu puzzle ingatan Hyejin akan wajah di depan nya mulai terangkai rapi . Cklek . Ingatan Hyejin bersatu membentuk suatu memori

“oo…op..oppa?” ucap Hyejin ragu-ragu , ragu akan penglihatan nya

“ne Hyejin , ini aku Seungho oppa mu” ucap Seungho diiringi sebuah senyuman manis di bibir nya .

Namun senyum itu tak lama dapat Hyejin lihat , karena setelah senyum itu terbentuk . Senyum itu membentuk senyum lain , di wajah Hyejin yang merah padam , dengan cara menyatukan bibir Seungho dengan bibir Hyejin .

****

Flashback

—BRAKKK

Suara kayu yang patah membelah atmosfir hening yang menyelimuti tempat itu selama beberapa saat tadi . Pandangan Hyejin menggelap . Sedetik kemudian tubuhnya terjatuh ke jalan bersama Cheonsa yang masih ada di dekapan nya

“HYEJIIN” teriak Seungho saat tubuh Hyejin yang ada dibelakang nya jatuh tiba-tiba

Seungho menoleh lagi kedepan , kearah Kim . Nafas Seungho memburu . Ia melangkah maju , lalu menarik kerah baju Kim yang masih terperangah karena tepat saat ia mau memukul Hyejin , tiba-tiba Seungho datang lalu meninju kayu tersebut hingga patah bahkan sebelum menyentuh Hyejin

Seungho meregangkan otot leher nya yang kaku

“Byunghee , tolong bawa Hyejin . Biar aku saja yang mengurus keparat ini” ucap Seungho dingin , aura mematikan keluar dari sekujur tubuh nya

“ne” G.O dengan sigap mengangkat tubuh Hyejin sekaligus Cheonsa menjauh dari tempat tersebut

G.O tahu , kalau Seungho sudah berkata seperti itu pasti Seungho sudah marah besar dan ia pun tak berani melawan Seungho . Terakhir kali ia melihat Seungho seperti ini pada saat mereka masih trainee . Seungho menghabisi lima preman sekaligus–yang memalak seorang yeoja–sendirian hanya dengan tangan kosong, sekaligus membuktikan bahwa gelar sabuk hitam Judo-nya bukanlah sabuk palsu

“Sepertinya Hyejin shock” guman G.O . Ia melihat memar di wajah Hyejin , lalu tersenyum

“kau yeoja yang sangat kuat Hyejin-ah” ucap G.O lagi , seakan Hyejin bisa mendengar nya

“memang tak salah kalau kau direbutkan Seungho , Joon dan kurasa Yoochun hyung juga”

“tapi Joon tahu ia sudah kalah oleh Seungho”

“ia akan mundur , meski aku tahu itu pasti susah . Tapi aku tahu Joon adalah namja yang baik , pasti ia hanya ingin melihat mu bahagia bersama Seungho”

“mulai sekarang . . Aku akan menjamin hidup mu akan sangat bahagia bersama Seungho , Hyejin-ah”

“karena aku emm maksud ku kami-lah yang akan menjadi penjamin hal itu”

“dan kau tak akan pernah masuk ke dunia Blaq Dream lagi , yaa aku jamin itu . Baik kau dan Joon tak akan kesana lagi”

“karena kalian semua sudah saling menunjukan cinta yang sangat besar dan tulus untuk orang yang kalian cintai . Dan Joon pun sudah melepaskan mu , jadi ,  , kau tak akan terseret lagi ke dunia Blaq Dream karena Joon”

G.O tersenyum lagi menatap Hyejin yang pingsan . G.O teringat Seungho , sudah sampai mana orang itu ?

“heh , kau mau bernasib sama seperti mereka heum ?” tanya Seungho yang tau-tau sudah berada di depan nya sambil menunjuk Kim dan Lee yang sudah-sangat- tak berdaya, dengan dagu nya

G.O tertawa , mengerti peringatan Seungho untuk berhenti menatap Hyejin

“seperti nya Hyejin shock , Seungho-yah , oh ya pipi nya juga ada yang memar” ucap G.O

“aku benar-benar bodoh ya Byunghee?” ucap Seungho pelan melihat Hyejin yang pingsan

“ya kau memang bodoh , maka itu jangan ulangi lagi kebodohan mu itu” ucap G.O sok menggurui

“ne , tentu saja” ucap Seungho mantap

“mulai hari ini , aku Yang Seungho akan menjaga , melindungi , dan menyayangi Jang Hyejin sepenuh nya , dan selama nya” ucap Seungho mengulangi janji nya di depan altar gereja satu tahun lalu

G.O tersenyum . Dengan begini , lingkaran setan Blaq Dream tertutup , ucap nya dalam hati

End

Bagaimana ? Jelek yaa >,< . Mau bikin sequel tapi gak yakin , takut jelek u,u

Iklan

5 thoughts on “FF : BLAQ DREAM 6 – END

  1. baguuuussss >.<
    cm kbnykn flashback. berhubung kapasitas otak 11 12 ma Joon jdnya puyeng jg… 😀 tp bagusss bgt kok.
    harapannya sih endingnya lbh manis lg hehehe… biar makin senyum-senyum bacanya ^^

    sequel !!! sequel !!! sequel !!!

    cm ada part yang aku ga ngerti si Joon nyeret" ke blaq dream… apakah Joon pny kekuatan supranatural atau apa ?? tp biarlaaah yg penting aku suka ff-nya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s