FF : BLAQ DREAM 5

Author       : @chacapsp

Rating         : PG16

Genre         : sad , romance

Length       : chaptered

Casts :

  • Yang Seungho – Mblaq as Hyejin’s Husband
  • Park Yoochun – JYJ as Hyejin’s fake Brother
  • Jang Hyejin [OC]
  • Park Soyeon — T-Ara
  • Jung G.O – Mblaq
  • Lee Joon — Mblaq
  • Park Cheondoong – Mblaq
  • Bang Mir – Mblaq

Back Song : SPICA – Pain Killer

Note             : Aku mohon dengan amat sangat , plis denger lagu nya SPICA diatas sambil baca part ini yaa ^^

****

“dokter ! keadaan nyonya Hyejin Jang semakin parah ! Denyut jantung nya semakin melemah dokter ! Bagaimana ini ?” suara seorang suster memecah keheningan ruangan dimana Hyejin dirawat

“bagaimana ini appa ? apa Hyejin selamat ? hiks umma takut appa hiks hiks”

“ssht , tenanglah eomma , Hyejin pasti selamat ” tuan Jang memeluk istri nya yang mulai menangis . Ia juga sangat takut sekarang , takut kalau putri satu-satu nya itu tak bisa diselamatkan

Dokter Kim dengan cekatan memasang beberapa alat ke tubuh Hyejin dibantu dengan beberapa suster dan dokter co-ass nya , mengusahakan yang terbaik untuk Hyejin yang tiba-tiba saja keadaan nya menjadi kritis

****

Joon Pov

Dimana ini ? Kenapa tempat ini sepi sekali ?

Kuangkat tubuh ku yang entah mengapa tiba-tiba terjatuh di hamparan padang rumput yang luas ini . Ah , aku ingat ini kan tempat dimana biasa aku bermimpi melihat Hyejin . Berarti ini di dalam mimpi dong ?

‘oek oek oek’ samar-samar terdengar suara tangisan seorang bayi , terdengar seperti tangisan Cheonsa , ah tapi bukan nya semua tangisan bayi itu terdengar sama ? Entahlah

‘oek oek oek’

Ah aku tidak tega mendengar suara tangisan bayi itu  . Aku takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada bayi itu , sebaik nya kucari dimana bayi itu. Kira-kira dari mana suara itu berasal ? Kupejam kan mata ku , berkonsentrasi mencari sumber suara itu . . . . . Dari . . . . . . . belakang ku ! Ya betul dari belakang ku !

‘oek oek oek’

Segera kularikan kaki ku sambil terus berkonsentrasi mencari sumber suara itu

‘oek oek oek’

Suara nya semakin keras ! Ah seperti nya aku semakin dekat ! Tunggu aku bayi kecil ! Tunggu aku akan menyelamatkan mu ! Kupercepat lari ku namun tiba-tiba tubuh ku terhenti hanya karena sebuah suara lain

“aigo , seorang bayi !” aku yakin itu suara Hyejin , aniya itu pasti hanya halusinasi ku . Pasti itu hanya halusinasi ku

“cup cup , sudah jangan menangis cup cup cup”

DEGH !

Itu benar-benar suara Hyejin ! Aku yakin itu suara nya , tak salah lagi . Jantung ku berdetak sangat cepat , bahkan seperti memukul-mukul permukaan dada ku sangat sakit hingga aku tak tahan untuk tak memegang dada kiri ku

Keadaan ini sangat menyiksa ku . Tubuh ku dan tubuh Hyejin hanya terbatasi oleh sebuah pohon besar di hadapan ku , sungguh aku ingin melihat nya sekarang . Aku ingin memeluk nya , ingin mengajak nya kembali ke dunia agar bisa melihat nya tersenyum , ingin melihat nya tertawa , ingin menyudahi derita nya bersama Seungho keparat itu

Jujur , aku sudah tak tahan dengan kelakuan nya Seungho pada Hyejin selama ini , meski eomma bilang aku harus merelakan Hyejin . Tapi aku tak bisa , aku tak akan bisa melupakan cinta pertama ku dari SMA itu ! Aku tak akan melepaskan Hyejin kali ini , aku harus memperjuangkan orang yang aku cintai !

Ku tengokan sedikit kepala ku ,  berusaha melihat sosok Hyejin yang sangat ku rindukan itu dari balik pohon besar ini , masih dengan memegang dada kiri ku . Nafas ku pun tak kian kembali ke keadaan normal , masih memburu terus-menerus

DEGH!

Untuk kedua kali nya jantung ku memukul-mukul permukaan  dada ku . Ia disana ! Hyejin disana ! Sedang menenangkan bayi itu dengan senyuman nya yang mampu membuat jantung ku berdetak tak karuan seperti ini

Wajah nya masih sama seperti terakhir aku melihat nya di dorm . Tapi wajah nya lebih cerah sekarang , tentu saja , sekarang kan ia sudah bebas lepas dari derita nya . Ahh senang nya bisa melihat nya tersenyum lagi

srekk

mwo ? apa ini ? kuambil selembar kertas yang tadi tertiup angin lalu menabrak kaki ku

‘welcome to Dream land’

mwo ? apa-apaan ini ? Dream land ?

‘ya tempat ini bernama Dream land , tempat dimana anda bisa mengakhiri mimpi anda’

kok malah mengakhiri mimpi sih ? Dimana-mana juga orang ingin nya bermimpi terus , aneh sekali pamflet ini

‘di ujung jalan sana , anda akan bertemu dengan tiga anak jalan . Anak jalan pertama bernama Back , jika anda masuk kesana anda akan bangun dari mimpi ini dan kembali ke dunia nyata tempat anda berada’

Begitukah ? Biasa nya aku keluar dari tempat ini dengan sendiri nya saat ada yang membangunkan tidur ku

‘jalan kedua bisa bernama Heaven atau pun Hell , tergantung dengan perbutan anda sendiri , anda tentu sudah mengerti bukan apa itu Heaven dan Hell ?’

‘jalan ketiga bernama Blaq , anda akan kembali ke dunia dimana anda berada sebelum nya , tapi akan ada beberapa perubahan pada diri anda , entah itu baik atau pun buruk itu tergantung perbuatan anda sebelum masuk ke dunia ini’

‘tapi ketiga nama jalan tadi hanya bisa dilihat oleh orang-orang terpilih yang masuk ke dunia ini . Jika anda hanya kebetulan masuk kesini , anda tidak bisa melihat plang nama tersebut kecuali plang bertuliskan Back’

‘jika anda nekat untuk masuk ke dalam jalan yang nama plang nya tak terlihat itu , anda mungkin akan meninggalkan dunia nyata anda selama nya’

M..mwo? Ke..kenapa jadi menyeramkan seperti ini ?

‘lalu siapakah orang terpilih itu ? Orang-orang terpilih itu adalah orang-orang yang seharus nya sudah meninggal sebelum waktu nya . Seperti karena kecelakaan , korban perang, korban pembunuhan dan semacam nya . Kalau bunuh diri , tidak termasuk dalam orang terpilih ini’

Berarti Hyejin juga dong ? Hyejin kan koma ! Ahh betul ! Aku akan mengajak Hyejin kembali ke dunia dengan melewati jalan Back , lalu pulang bersama ku . Yaa ! Ide yang bagus , berarti sekarang tinggal menemui Hyejin yang tadi sedang menimang-nimang bayi itu

“Hyejinah!” seru ku sambil mengacungkan pamflet yang baru saja kubaca

“hye..jinah?”

Kemana Hyejin ? Beberapa menit yang lalu aku yakin sekali ia masih disini . Kemana dia ? Ku edarkan pandangan ku dan …. dan astaga ! Ia sudah berada di pertigaan jalan yang tadi pamflet ini maksud . Aku tak tahu ia akan memilih jalan yang mana . . yang jelas aku yakin Hyejin bisa melihat semua nama yang tertera di plang itu karena Hyejin terlihat sedang berpikir sambil memperhatikan plang kosong itu , ah tentu saja kosong karena aku tak bisa melihat nya

Hyejin menunjuk salah satu dari anak jalan tersebut lalu terlihat seperti meyakinkan diri nya sendiri kalau itulah jalan yang akan ia ambil

Tunggu …. Tunggu Hyejin ! Kau mengambil jalan yang salah ! Itu bukan jalan Back ! Bagaimana kalau ia mengambil jalan Heaven atau Blaq ? Aku tak akan bisa bertemu lagi dengan nya !

“HYEJIN ! HYEJIN TUNGGU !” aku berteriak sekuat tenaga tapi Hyejin tak bergeming

“HYEJINAH , TUNGGU AKU ,  HYEJIN !” teriak ku lagi namun kini sambil berlari . Hyejin juga semakin menjauhi ku , ia mulai berjalan ke dalam jalan yang ia pilih

“ANDWAE ! HYEJIN ! TUNGGU AKU !” mata ku mulai memanas , aku tak akan bisa bertemu Hyejin lagi , aku tak akan bisa bertemu Hyejin lagi , andwae ! Aku masih sangat mencintai nya !

“HYEJIIIIN !!! DENGAR AKU HYEJIN ! JALAN YANG KAU AMBIL SALAH , HYEJIN”          aku berteriak semampu ku sambil terus berlari , jarak antara aku dan Hyejin tak jauh lagi sekarang , tapi Hyejin tak kunjung menoleh kearah ku

“HYEJIIN ! hosh hosh INIH AKUH LEEH JOON , HYEJIN BERHENTIH BERJALANH hosh hosh KU MOHON BERHENTIII !!” sialan nafas ku mulai habis , aku mulai ngos-ngosan . Hyejin menghentikan jalan nya lalu menoleh kearah ku ! Ya ! Kearah ku !

“HYEJIN TUNGGUH AKUH DISITU ! JANGAN BERGERAK LAGIHHH , AKU AKAN KESITU !” air mata ku turun , semakin deras seirama dengan cepat nya lari ku agar cepat menghampiri nya . Namun bukan air mata kesedihan , melainkan air mata kebahagiaan karena masih ada harapan !

Masih ada harapan ! Aku akan bertemu Hyejin , aku masih bisa bertemu Hyejin ! Kuseka air mata ku , sungguh aku sangat bahagia melihat Hyejin menghentikan langkah nya , aku sangat bahagia !

Jarak antara aku dan Hyejin sudah sangat sedikit , kuusap lagi air mata ku sebelum aku berhenti berlari dan . . . . dan memeluk nya

“Hyejinah . … hosh hosh hosh , akuh … hosh .. aku … saranghae”

****

 Author Pov

“dokter Kim ! Detak jantung nyonya Hyejin sudah kembali normal tetapi masih lambat , ottokae?” ucap suster yang sedari tadi menemani Hyejin , pada dokter Kim

“usahakan yang terbaik , jangan sampai lengah mengawasi nya” ujar dokter Kim tegas

“ne , dokter . Lalu tuan Seungho juga sudah siuman , seperti nya tadi ia hanya mengalami shock sementara karena sesuatu , aku sudah memberi nya obat penenang . Dokter bisa ke ruangan nya sekarang” ucap suster tadi sambil memperhatikan catatan nya

“ne” dokter Kim pun meninggalkan ruangan tersebut , menuju  ruangan Seungho

“tuan Seungho ?” Seungho menoleh saat nama nya dipanggil dokter Kim

“ne , ada apa dokter ?” ucap Seungho yang tadi nya sedang melanjutkan  membaca diary Hyejin

“sudah baikan ?” dokter Kim duduk di samping Seungho

“ne , seperti nya tadi aku hanya shock saja” Seungho tersenyum

“ah , kurasa kau banyak-banyak lah beristirahat . Pasti kau lelah setiap hari pulang-pergi untuk menunggu nyonya Hyejin disini” ujar dokter Kim prihatin

“aniya , itu tidak apa-apa dokter . Asalkan Hyejin bisa siuman , apapun akan ku lakukan untuk nya” ucap Seungho sungguh-sungguh . Dokter Kim terdiam takjub

****

“hosh hosh hosh” Joon bangun dari tidur nya , peluh bercucuran dari kening nya

“HYEJIN ! HYEJIN !” Joon berteriak bagai kesetanan setelah berusaha mengingat-ingat mimpinya

Ia langsung melompat turun dari ranjang nya menuju kamar mandi yang ada di kamar nya . Hanya sekedar cuci muka lalu mengganti pakaian nya . Ia langsung turun ke lantai satu rumah nya dan mengambil kunci motor nya

Jantung nya terus berpacu cepat . Mulut nya berkomat-kamit membaca doa agar Hyejin baik-baik saja . Tak segan-segan ia klakson siapa saja yang menghalangi jalan nya . Ia ingin segara sampai di rumah sakit . Ia benar-benar tak ingin pertemuan nya dengan Hyejin berakhir begitu saja dalam mimpi tidur siang nya tadi

Sepuluh menit kemudian ia sudah sampai di rumah sakit dimana Hyejin dirawat , ia memarkir motor nya asal lalu melempar helm nya asal juga hingga membentur aspal  keras di lahan parkir tersebut , tak perduli meski pun itu helm yang baru dibeli nya sebulan lalu

“hyejinah..” berkali-kali nama itu terucap dari bibir Joon . Mata nya mulai memanas , ia mempercepat langkah nya menuju ruangan dimana Hyejin dirawat karena ia tak mungkin berlari-larian di lorong rumah sakit -meskipun ia ingin- karena itu akan mengganggu pasien lain

“jangan bilang tadi kau tetap memilih jalan Heaven Hyejinah..” Joon mulai terisak

****

Flashback

Jarak antara Joon dan Hyejin sudah sangat sedikit , Joon mengusap lagi air mata nya sebelum ia berhenti berlari dan . . . . dan memeluk tubuh Hyejin

“Hyejinah . … hosh hosh hosh , akuh … hosh .. aku … saranghae”  kalimat itu meluncur pelan dari bibir Joon , bahkan ia tak yakin telah mengatakan hal itu

Mulut nya kini lebih sibuk memasukan pasokan udara untuk paru-paru nya yang sedang kembang-kempis itu ketimbang untuk sekedar mengucapkan kalimat tadi lebih keras , berharap Hyejin mendengar nya

“ka..kau Lee Joon oppa kan ?” ucap Hyejin setelah Joon melepaskan pelukan nya

“tentu saja , ini aku Joon !” ucap Joon sumringah

“kenapa oppa bisa disini ? Oppa kan harus konser besok” alis Joon mengkerut mendengar Hyejin

“konser ? Konser apa ?” tanya Joon bingung

“M.I.M ! Men in Mblaq oppa ! Bagaimana kau bisa lupa ? Itukan konser pertama Mblaq , oppa” ucap Hyejin yang jadi ikut bingung juga

Joon berpikir keras . Kenapa Hyejin membicarakan hal ini ? Men in Mblaq kan sudah berlalu sangat lama , kenapa Hyejin mengingatkan nya akan hal itu ? Apa Hyejin sedang bercanda ? Tapi wajah nya sama sekali tak menunjukan kalau ia sedang bercanda . Banyak pertanyaan berkelebat di otak Joon

“ah!” seru Joon kemudian , seperti nya ia sudah menemukan jawaban atas pertanyaan nya , setidak nya wajah nya menunjukan raut begitu

“siapa nama suami mu ?” tanya Joon tiba-tiba . Wajah Hyejin memerah drastis

“apa maksud mu oppa ?! aku ini masih seorang mahasiswi tahu !” ucap Hyejin lalu memalingkan wajah nya . Seperti nya dugaan ku benar , batin Joon

“bagaimana perasaan mu setelah menonton Men in Mblaq ?” tanya Joon lagi

“yak ! Mana aku tahu , konser nya kan berlangsung besok oppa !” ucap Hyejin sedikit gemas “lagi pula oppa sendiri belum menjawab pertanyaan ku yang tadi , dan lagi oppa tahu dari mana nama ku Hyejin ?” tanya Hyejin , Joon merasa terpojok

“eung” Joon mengusap-usap tengkuk nya , bingung

“kan..kan dulu aku kakak kelas mu ! Masa kau tidak kenal aku ? Aish masa ada sih yeoja di Seoul High School yang tidak mengenal ku” ucap Joon menyombongkan diri

“m..mwo? Oppa sunbae ku ? Kok aku tidak tahu yaa” Hyejin berpikir , apakah ia pernah melihat idola nya ini di SMA dulu

“aish, pasti yang ada di pikiran mu itu hanya Seungho hyung deh” cibir Joon tak jelas karena Hyejin tak mengingat nya . Hyejin tersentak

“oppa tahu dari mana yang ada di pikiran ku hanya ada Seungho oppa ?” tanya Hyejin , Joon kembali terpojok . Aduh kenapa aku jadi pabo begini *bukan nya Joonie emang pabo-_-vv*

“aku …” Joon kembali mengusap tengkuk nya

“jangan bilang kau adalah penguntit ya ?” tuduh Hyejin menyudutkan Joon

“yak ! Masa aku penguntit” sergah Joon tak terima dibilang penguntit

“habis kau serba tahu tentang aku , memang nya aku ini idol apa”

“ya , setidak nya kau kan adik nya idol” Joon keceplosan , lagi dan lagi . Ia menelan ludah nya , panik

“tuh kan ! Aku tahu yang kau maksud itu Yoochun oppa kan ?! Ayo mengaku ! Kau penguntit kan ? Kau bukan Joon Mblaq kan ? MIM saja tidak tahu !” Hyejin semakin memojokan Joon yang sudah terpojok

“ayo jawab !” Hyejin memukul pelan lengan Joon dengan salah satu tangan nya karena tangan nya yang lain sedang memeluk Cheonsa

“seperti nya dugaan ku benar-benar tepat” ucap Joon lesu

“dugaan apa ? dugaan kalau aku akan tahu kalau kau itu penguntit ?” cibir Hyejin

“bukan itu ! Ingatan mu ada yang hilang Hyejinah , raga mu sekarang ada di rumah sakit karena kau sedang koma” Hyejin membeku , namun ia berusaha tak mempercayai hal itu

“koma apa ? Raga ku sekarang sedang tidur , dan ini adalah dunia mimpi , aku tahu itu , dan aku tidak koma” ucap Hyejin berusaha meyakinkan Joon , meski dirinya sendiri tak yakin

“kau sedang koma Hyejin , percayalah ! Kau sedang koma karena habis melahirkan Cheonsa !” ucap Joon sambil memegang pundak Hyejin

“Cheonsa ? Melahirkan ? Kau salah orang seperti nya oppa , maka nya kalau menguntit itu yang becus dong” ucap Hyejin santai , ia berusaha membuat dirinya sendiri tak terbawa ceritanya Joon

Hyejin melepaskan tangan Joon yang menempel di pundak nya . Sebenar nya ia merasa ucapan Joon ada benar nya , ia memang merasa ada bagian dari ingatan nya yang hilang , tapi ia tak mau mengingat-ingat nya . Takut kalau ingatan yang ia lupakan itu adalah ingatan yang buruk

“percayalah pada ku Hyejin . Bayi yang kau gendong itu adalah anak mu ! Nama nya Cheonsa”

Hyejin kembali diam , bagaimana Joon bisa tahu nama bayi itu adalah Cheonsa ?

“kau pasti bingung kan ? Tapi ini kenyataan Hyejin . Cheonsa adalah anak mu .. anak mu dengan ..” Joon sedikit tak sudi mengucapkan siapa nama dari ayah nya Cheonsa , tapi Hyejin harus tahu yang sebenarnya

“anak mu dengan Seungho hyung” ucap Joon lemas

“MWO ?” Hyejin terperanjat . Seperti nya ia benar-benar harus mendengar cerita nya Joon , rasa penasaran nya sudah menguap , membuat otak nya semakin sesak

****

“jadi … kau akan kembali ke dunia mu lewat jalan Back ?” ucap Joon sekali lagi , berusaha meyakinkan Hyejin

“ne oppa , terima kasih sudah mengembalikan ingatan ku , meski belum semua nya dapat ku ingat tapi itu sangat membantu ku , gumawo” Hyejin membungkukan sedikit tubuh nya

“ya..yak , jangan formal begitu , di dunia nyata kita memang sudah dekat kok . Aku sudah mengganggap mu sebagai bagian dari keluarga ku , Hyejinah”

“baiklah , aku pergi dulu oppa . Dadah!” Hyejin melambaikan tangan nya lalu berjalan kearah jalan Back . Sosok Hyejin semakin tak terlihat dari tempat Joon berjalan

“dah Hyejin , mianhae aku tadi berbohong pada mu . Sebenarnya kita kan tak terlalu dekat di dunia nyata , ahh seperti nya aku nya saja yang menjaga jarak dengan mu . Aku takut jika aku terlalu dekat dengan mu , itu akan membuat ku semakin terluka”

“dan aku memang harus mundur , mundur dari hidup mu dan Seungho . Bahkan saat ingatan mu hilang , kau masih sangat mengangumi Seungho . Aku memang sudah kalah , bahkan sebelum aku berperang . Dan lagi …. Seungho juga adalah hyung kesayangan ku , aku tak mungkin menghianati nya” ucap Joon , namun hanya dalam hati nya . Perlahan-lahan tubuh nya memudar dan hilang dari dunia itu

Hyejin berbalik sebelum masuk kedalam jalan Back , ia ingin mengatakan sesuatu pada Joon . Tapi ia tak menemukan Joon disana

“aku tak mungkin melupakan kebaikan mu oppa , meski cerita mu agak kurang masuk akal seperti aku ini istri nya Seungho oppa, tapi . . . gumawo Joonie oppa ” ucap Hyejin pelan lalu kembali meneruskan jalan nya

Flashback End

“hyejinah..” berkali-kali nama itu terucap dari bibir Joon . Mata nya mulai memanas , ia mempercepat langkah nya menuju ruangan dimana Hyejin dirawat karena ia tak mungkin berlari-larian di lorong rumah sakit -meskipun ia ingin- karena itu akan mengganggu pasien lain

“jangan bilang tadi kau tetap memilih jalan Heaven Hyejinah..” Joon mulai terisak

“hwaaa ! ” BUGH

“aishh” Joon mengusap-usap belakang kepala nya yang membentur lantai rumah sakit . Saking tergesa-gesa nya , Joon sampai tidak lihat kalau di depan nya ada orang

Orang yang tadi ditabrak Joon berjalan terus saja sambil mengetik sesuatu di handphone nya . Aish , kepala ku sakit sekali , dan orang tadi seperti Seungho hyung , kalau sudah pegang gadget jadi tak peduli sekitar , guman Joon . Baju nya pun sama seperti hyung , jaket nya juga . . . Ah iya ! itu benar Seungho hyung ! Seru joon dalam hati , ia segera bangun dari jatuh nya

“ya..yak ! Seungho hyung kau mau kemana ?” Joon mencegat Seungho yang sedang berjalan di lorong rumah sakit

“besok pagi kita ada jadwal Joonie , kajja kita ke tempat latihan , kurasa koreografi nya RUN sangat sulit , kita harus berlatih lagi” Seungho menarik Joon yang masih terbengong-bengong

“kau habis menangis Joon ?” tanya Seungho setelah mereka berada didalam mobil Seungho

“aniyo” jawab Joon sekena nya , seperti nya ia melupakan sesuatu

“aku ke rumah sakit untuk apa ya hyung ?” guman Joon

“tentu saja karena tadi aku mengirimi mu pesan untuk berlatih sore ini , eh kau malah ke rumah sakit”

“seperti nya aku kesini bukan karena hal itu deh . Aku saja baru tahu kalau kau menyuruh ku berlatih” Joon terdiam

“astaga!” Joon menepuk kening nya

“motor ku hyung ! Motor ku tertinggal di rumah sakit !” seru Joon panik , saking panik nya ia hampir saja membuka pintu mobil Seunho yang mobil nya sedang melaju berkecepatan penuh , kalau saja Seungho tidak keburu mengunci otomatis pintu nya

“aigo , ada apa dengan mu Joonie ? Wajah mu panik sekali , motor mu kan bisa kita ambil lagi nanti . Lagipula aku juga akan kembali ke rumah sakit lagi nanti , tenanglah”

“oh iya hehehe , maaf hyung” ucap Joon sambil membentuk V sign dengan jarinya , tapi ia tetap merasa ada yang lebih penting dibandingkan motor nya dirumahsakit , tapi apa yaa?

****

“astaga ! Dunia macam apa ini ! Aku bosan ! Bosaaaan” teriak Hyejin frustasi

“ku kira setelah masuk ke jalan ini , aku bisa langsung sampai tujuan ! Ternyata sama saja , harus berjalan lagi dan lagi huffft” berbagai omelan dan decakan kesal menghiasi perjalanan Hyejin di jalan Back . Namun meski mulut nya mengomel , tapi sebenar nya hati nya bahagia . Ingatan nya mulai pulih seiring jauh nya jarak yang ia tempun di jalan Back tersebut

****

“kau sudah lebih baik Seungho?” tanya dokter Kim

“eung , tapi tubuh ku masih sangat sakit jika digerakkan” ucap Seungho lemah

“gwenchana , untung saja kemarin lusa kau buru-buru dibawa kemari . Jika telat sedikit saja , entah apa jadi nya dengan tubuh mu”

“kan sudah kubilang , sebaik nya kau istirahat sebentar , Eh , kau malah memaksakan diri untuk latihan , padahal siangnya kau kan baru saja pingsan” ujar dokter Kim panjang

Seungho tersenyum miris mendengar ucapan wanita yang sudah seumuran ibu nya itu , dan mengenal ibu nya juga , yang cerewet itu

Tiba-tiba Seungho teringat kejadian yang baru saja menimpa nya . Saat tampil di M.Net Countdown kemarin , ia gagal melakukan koreografi nya , padahal semalam nya ia sudah berlatih , dan akhir nya ia cedera dan pingsan hingga pagi ini

“oh iya , Hyejin sudah siuman kemarin siang . Pas sekali saat kau dibawa kru-kru kesini” Seungho tersentak , jika saja punggung nya tak sakit ia pasti sudah loncat dari ranjang nya lalu berteriak ‘BENARKAH?’ , yaa jika saja

“bisakah aku bertemu Hyejin , dokter ? Kumohon” ucap Seungho sambil mengatupkan kedua tangan nya dengan susah payah

“tidak bisa ! Kau masih harus dirawat disini . Sampai kau benar-benar pulih” ujar dokter Kim tegas

“kan hanya ke lantai tiga dokter , tempat Hyejin dirawat” mohon Seungho lagi

“lantai tiga dari mana ? Hyejin sudah pulang bersama orang tua nya tadi pagi , Seungho”

“APPAAAA??”

****

10 April 2012

J.Tune Apartement

“nah Cheonsa , kau sudah harum sekarang . Kajja kita berbelanja” Hyejin menggendong Cheonsa yang sudah dia mandikan dan dia pakaikan baju bayi berwarna peach berenda yang Yoochun belikan waktu itu

“kajja” Hyejin mendorong kereta bayi Cheonsa setelah memastikan apartement nya terkunci

“daging sapi , daging ayam . . ah kurasa ayam nya yang utuh saja jangan yang filet” guman Hyejin sambil memilih-milih daging apa yang akan dipilih nya dari frezer sepanjang tiga meter di supermarket tempat nya berbelanja sekarang

“ayam goreng seperti nya cocok untuk makan malam hari ini , Mir juga berkali-kali minta ayam goreng belakangan ini” akhir ya Hyejin mengambil satu ekor ayam utuh lalu memasukan nya kedalam trolley belanja nya

****

“oppa , aku pulang” ucap Hyejin pelan lalu duduk di sofa ruang tamu nya . Hening . Tidak ada tanda-tanda Seungho sedang di rumah . Senyuman kecut terlukis di wajah Hyejin . Ia sudah biasa dengan hal ini , sangat terbiasa malah

Sudah sebulan semenjak ia koma ia sama sekali belum bertemu Seungho . Seungho sedang dirawat dirumah sakit karena cedera . Dan ia tak berani menjenguk nya , takut kehadiran nya hanya akan mengganggu Seungho

De Javu

Seperti nya hal ini pernah terjadi , guman nya pelan . Ah , perasaan ku saja seperti nya , tambah Hyejin kemudian . Hyejin menggendong Cheonsa yang sedari tadi sudah tertidur , menuju kamar nya

Ia letakkan Cheonsa dengan hati-hati lalu mengecup kening bayi berumur tiga bulan itu sebelum masuk ke kamar mandi yang ada di kamar nya

****

“nunaa~” Mir dan Cheondung masuk kedalam apartement Hyejin lalu celingukan seperti maling

“ahh , pasti nuna di dapur ! Ada bau masakan buatan nuna !” Mir langsung berlari menuju dapur , dan benar saja ada Hyejin disana

“nuna !”

“yak ! Mireu , kalau masuk bilang-bilang dong ! Nuna kaget tahu” omel Hyejin lalu menggetok kepala Mir dengan spatula yang dipegang nya

“aish , appo !” Hyejin tak menggubris sungutan Mir , memilih kembali memasak

“nuna , aku datang” seru Cheondung lalu menghampiri Hyejin , di tangan nya terdapat handphone nya yang sedang dalam panggilan

“kalian ini datang kalau mau makan saja , dasar” keluh Hyejin yang hanya direspon dengan tawa Mir dan Cheondung

“nuna , apa kau tidak rindu Seungho hyung ?” tanya Mir memecah keheningan yang melanda ruang makan Hyejin . Hyejin meletakan sendok dan garpu nya , terdiam . Seringaian tercetak jelas di wajah polos Cheondung

“tentu saja aku merindukan nya , tapi apapun yang aku lakukan untuk nya toh tak akan berguna untuk oppa , itulah mengapa nuna tak menjenguk nya”

“tapi nuna masih emm . . bagaimana ya aku mengatakan nya ya ? Nuna masih cinta Seungho hyung kan ?” tanya Cheondung tersendat-sendat , takut Hyejin tersinggung

“emm . . kurasa tidak” ucap Hyejin pelan

***TBC***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s