FF : BLAQ DREAM 4

Author       : @chacapsp

Rating         : PG16

Genre         : sad , romance

Length       : chaptered

Casts :

  • Yang Seungho – Mblaq as Hyejin’s Husband
  • Park Yoochun – JYJ as Hyejin’s fake Brother
  • Jang Hyejin [OC]
  • Park Soyeon — T-Ara
  • Jung G.O – Mblaq
  • Lee Joon – Mblaq
  • Park Cheondoong – Mblaq
  • Bang Mir – Mblaq

Note            : baca nya sambil denger lagu nya T-ARA yang Day By Day yaa J

***

“HYUNG!! KU MOHON BUKA PINTU NYA , HYUNG BUKA PINTU NYA”  Seungho menggedor-gedor pintu UGD rumah sakit di depan nya , berharap Yoochun menoleh dan membiarkan nya masuk . Tapi nihil , sedari tadi Yoochun terus sibuk memegangi tangan Hyejin yang sedang melahirkan . Ia tidak mendengar teriakan Seungho , atau lebih tepat nya pura-pura tidak dengar

Tubuh Seungho merosot di balik pintu dingin tersebut . Air mata nya tak bisa ia bendung lagi , tumpah begitu saja . Sesekali ia jedukkan kepala nya ke pintu di belakang nya itu , penyesalan dan rasa bersalah nya pada Hyejin sungguh membuat dada nya sesak . Kalimat-kalimat rutukan pun terus keluar dari mulut Seungho

“hye..hyejinah..jebal , izinkan aku melihat mu sekali lagi … jangan tinggalkan aku hyejinah . . aku memang bodoh” Seungho menangis semakin keras .

Sungguh ia sangat menyesal sekarang . Ia tidak peduli dengan pasien-pasien lain yang menganggap nya orang gila , ataupun citra nya sebagai leader Mblaq sirna seketika , yang ia pikirkan sekarang hanyalah Hyejin dan anak nya , hanya itu

***

“HYEJIN KOMA BODOH ! LALU KAU PIKIR AKU BISA MEMAAFKAN MU ?!” Yoochun meninju Seungho yang sudah tak berdaya karena ulah nya beberapa menit yang lalu . Tubuh Seungho terbaring di halaman rumah sakit tersebut .

Ia masih menangis , bukan , bukan karena habis dihajar oleh Yoochun tapi ia menangis karena penyesalan nya semakin bertambah . Hyejin koma . Kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga nya hingga sekarang . Hati nya tercabik-cabik

“BASTARD !” Yoochun hendak meninju Seungho lagi namun tangan nya di tahan seseorang

“hyung ! hentikan hyung , astaga ! Kau menghabisi orang di rumah sakit?” ucap orang itu sambil menarik tubuh Yoochun

“ssh! lepaskan aku Yoohwanie!” bentak Yoochun pada dongsaeng nya . Yoochun hampir saja meraih tubuh Seungho lagi kalau saja ia tidak melihat umma nya Hyejin tak jauh dari mereka

“Yoochunah ! dimana Hyejin ? Bagaimana keadaan nya , antarkan umma ke ruangan Hyejin !” ucap nyonya Jang khawatir, disamping nya ada tuan Jang yang juga tak kalah khawatir saat mendengar kabar Hyejin melahirkan mendadak

Yoochun terdiam , tubuh nya bergetar . Melihat kakak nya yang seperti menyembunyikan sesuatu itu , Yoohwan berbisik di telinga Yoochun

“emm..hyung, dimana Hyejin ?’”

“Hyejin . . Koma umma , appa” ucap Yoochun pelan

“APA? KAU TIDAK BERCANDA KAN ?” nyonya Jang lepas kendali mendengar anak satu-satu nya itu koma

“ANTARKAN UMMA! ANTARKAN UMMA KE RUANGAN HYEJIN” ucap nyonya Jang yang masih sangat shock . Tuan Jang dan Yoohwan hanya diam , antara shock dan tidak percaya , mereka mengikuti Yoochun yang  menangis , menuju ruangan Hyejin

***

“ANAK DURHAKA ! KAPAN APPA MENDIDIK MU MENJADI NAMJA KURANG AJAR BEGINI HAH?” ucap tuan Yang murka . Ia melepas sandal nya lalu digunakan untuk memukul anak laki-laki pertama nya itu

“ANAK DURHAKA ! ANAK DURHAKA !” ucap tuan Yang sambil memukuli Seungho , air mata nya turun . Tuan Yang menangis , padahal ia tak pernah menangis di depan anak nya

Ia menangis karena merasa menjadi orang tua yang buruk , orang tua yang gagal . Ia baru tahu , ternyata selama ini Seungho menikahi Hyejin karena Married By Accident , bukan karena kesungguhan Seungho . Ia juga baru tahu kalau selama ini Seungho tak pernah mengurus Hyejin yang sedang hamil , dan yang paling membuat nya murka adalah kini Hyejin sedang koma , Hyejin koma bukan karena habis melahirkan anak nya . Tapi koma karena kekurangan darah karena tadi siang , di basement ia tertabrak mobil dan mengalami pendarahan cukup parah , dan yang menabrak nya itu adalah suami nya sendiri , Seungho

“mianhae . . umma , appa . . . jeongmal mianhae” guman Seungho , suara nya serak karena menangis terus

“appa ! sudah appa , memukuli hyung tidak akan membawa perubahan apa-apa” ucap Seunghoon yang tak tega melihat hyung nya dipukuli appa nya sendiri

Akhir nya tuan Yang berhenti memukuli Seungho . Ia duduk di sofa ruang keluarga nya sambil bersedekap . Sungguh ia malu mempunyai anak laki-laki seperti ini . Disamping nya ada nyonya Yang yang juga sangat shock dan sangat kecewa atas perbuatan Seungho . Padahal dulu-dulu setiap Seungho punya yeoja chingu ia selalu memperkenalkan yeoja chingu nya pada umma nya . Tapi kenapa sekarang Seungho malah menjadi namja begini ? Padahal ia sangat bahagia memiliki menantu seperti Hyejin , terlebih nyonya Yang memang sangat ingin punya anak perempuan , tapi tuhan berkata lain , ia hanya dikaruniai dua anak laki-laki . Maka dari itu , mendengar bahwa menantu yang sudah dianggap anak nya sendiri itu ternyata diperlakukan buruk oleh Seungho , ia sangat shock dan merasa malu kalau ia mempunyai anak laki-laki kurang ajar seperti Seungho

***

Seungho terbangun tiba-tiba . Keringat bercucuran dari pelipis nya , wajah nya pun sangat tegang

“DIMANA INI ?” teriak nya spontan karena tidak familiar dengan ruangan tempat ia berada sekarang

Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan dan mendapati diri nya tertidur di sofa ruang tamu apartemen nya . Seungho menghela nafas lega . Setidak nya itu hanya mimpi , itu hanya mimpi Seungho, batin nya

Seungho bangun dari sofa dan merasakan kalau tubuh nya sedikit lebam-lebam . Ia tersenyum miris . Ini kan karena berkelahi dengan Yoochun hyung dan dipukuli appa semalam . Dan karena hal itupula ia tak berani bertemu dengan appa nya dan memilih kembali ke apartement nya saja

Ia beranjak ke dapur dan mengambil air dingin di kulkas . Sebelum ia meminum air itu ia teringat sesuatu , betapa sabar nya Hyejin selama ini menjadi istri nya . Setiap ia bangun tidur , pasti sarapan sudah tersedia di meja makan . Bahkan tak jarang Hyejin membuat makanan tambahan untuk makan siang Seungho , juga bekal kalau jadwal Seungho sedang padat-padat nya . Sungguh Seungho merindukan hal itu .

Ternyata aku baru bisa menyadari apa yang ku miliki saat aku harus kehilangan hal itu , lirih Seungho sambil menyeka air mata nya . Penyesalan nya tak terbendung lagi , es-es dingin yang tadi nya selalu membekukan hati nya akan Hyejin kini luruh bersamaan dengan air mata Seungho . Seungho terduduk di depan kulkas , gelas yang ia pegang jatuh begitu saja membasahi lantai dan sedikit bagian dari celana nya

“pagi oppa” Seungho mengadahkan wajah nya , ia yakin barusan ia mendengar suara nya Hyejin , tapi ia hanya sendiri disitu

“oppa jangan lupa sarapan ya , aku sudah masak sup ayam dan ada ayam goreng di lemari makan” “aku berangkat kuliah dulu oppa , annyeong” “oppa , apa kau sudah makan ?” “oiya , aku kan belum masak makanan untuk makan malam , pabo Hyejin” “tunggu sebentar ya oppa, aku akan masak” kini di pikiran Seungho , terdapat rekaman suara-suara Hyejin .

Suara yang yang semua nya pernah terdengar di ruangan dapur ini , dan suara itu pulalah suara Hyejin yang ia dengar untuk terakhir kali nya

****

“MWO ?? APA KATA MU HYUNG ? NUNA SUDAH MELAHIRKAN ?” teriak Mir dan Cheondung saking senang nya . Kedua manic mata maknae-line itu sampai berbinar-binar mendengar kabar itu

“iya” ucap Seungho dengan suara lirih

“lalu sekarang dia dimana ? ayo kita menjenguk nya” usul G.O yang langsung disetujui dongsaeng-dongsaeng nya

“dia  masih di rumah sakit . .” ucap Seungho pelan . G.O , Mir , dan Cheondung menunggu Seungho melanjutkan ucapan nya . Tidak ada Joon disana , ia sedang menemani umma nya di rumah sakit sejak kemarin

“Hyejin koma karena . . . tertabrak . . mobil . . .ku” air mata Seungho turun lagi usai mengucapkan kalimat itu

“APA KATA MU HAH ? KAU BERCANDA ?” kini giliran G.O yang berteriak

Mir dan Cheondung yang tadi nya sedang full of excited karena kini mereka punya keponakan tiba-tiba langsung bengong

“aniya , nan. . .naneun geot . .tjimal aniya” isak Seungho . Suasana dorm Mblaq pun menjadi sepi

****

“aigo~ neomu kyeopta ! Aku mau pegang bayi nya ! Aku mau pegang~ hyung jebal~” Mir menempelkan wajahnya di box kaca tempat bayi nya Hyejin berada

“pelankan suara mu Mireu , nanti ia bangun” ucap G.O sambil menarik tubuh Mir menjauh dari box kaca tersebut

“tapi ia sangat lucu hyung!” Mir masih terus memperhatikan bayi itu dengan mata nya yang berbinar-binar

“aish , dasar kau ini” G.O hanya bisa pasrah melihat dongsaeng kesayangan nya itu yang bertingkah layak nya anak kecil . G.O menghampiri Seungho yang duduk di kursi kecil di sudut ruangan bayi itu

“Seungho-ah , kupikir kau istirahat saja , lingkaran di mata mu semakin menggelap” ucap G.O sambil menepuk pelan pundak Seungho

“aniya , bagaimana aku bisa tidur jika Hyejin ada di sebelah dan sedang berjuang diambang hidup-mati nya Byunghee–ya” Seungho mengusap wajah nya

G.O kembali terdiam , ia tak bisa berbuat banyak sekarang . Ini sudah hari kedua Seungho ‘tinggal’ di rumah sakit . Hanya untuk memastikan bayi nya baik-baik saja–meskipun sebenarnya hal itu tak perlu ia lakukan karena eomma nya Hyejin juga ada disini– dan juga ia menunggu Hyejin siuman dari koma nya

****

“Hyejin , aku pergi dulu , aku harus rekaman Mnet Countdown hari ini , semoga saja semua berjalan lancar . Cepatlah sadar , aku .. dan Cheonsa menunggu mu” ucap Seungho yang diakhiri dengan kecupan di kening Hyejin . Ia menatap Hyejin yang belum juga sadar . Ini sudah minggu kedua , semenjak Hyejin koma dan tak ada perubahan berarti yang terjadi pada Hyejin

“umma , aku pergi dulu” Seungho membungkuk pada eomma nya Hyejin

“hati-hatilah Seungho” ucap nyoya Jang sambil menepuk pundak Seungho

“emm gumawo , umma” Seungho keluar dari ruang rawat Hyejin lalu berjalan ke ruang yang berada tepat di sebelah ruangan nya Hyejin barusan , ruangan dimana Cheonsa berada –nama bayi nya–

“Cheonsa~ Appa harus bekerja sekarang , jangan menangis yaa, appa yakin umma akan segera siuman” lirih Seungho sambil mengelus wajah bayi perempuan nya yang masih tidur itu

“annyeong chagi-ah” ucap Seungho lalu mencium kening Cheonsa

****

“hyung , bagaimana keadaan nuna?” tanya Mir saat van mereka mulai melaju menuju studio M.Net Countdown , tempat mereka syuting hari ini .

Wajah anggota Mblaq terlihat berbeda hari ini , mereka baru saja mengganti model rambut mereka yang tadi nya sangat maskulin untuk promosi lagu Its War kini rambut mereka lebih modis untuk promosi lagu RUN hari ini dan beberapa minggu ke depan

“kondisi nya masih sama seperti kemarin Mir” ucap Seungho sambil memaksakan senyum nya , membuat Mir menyesal menanyakan hal itu

****

“hana..dul..set”

“RUN , BAD BOYS ! YOU BETTER RUN . . “ alunan lagu Run pun mulai membahana di studio M.Net . Para personil Mblaq mulai menari dengan lincah , tak terkecuali dengan Seungho . Mereka mengenakan outfit seperti ninja berwarna biru dongker , disesuaikan dengan koreografi lagu tersebut yang sedikit-banyak mirip gerakan ninja

“terima kasih atas kerja sama nya , terima kasih atas kerja sama nya” ucap personil Mblaq sambil membungkukan badan nya . Ya , manner memang jadi nomor satu untuk Mblaq *kekeke yang A+ pasti tau*

“Seungho-yah~ Seungho-yah!” seseorang menghentikan langkah Seungho yang sedang berjalan

“annyeong Soyeona ! Ada apa?” Seungho menghampiri Soyeon

“eum , apa hari ini aku bisa bertemu Hyejin ? Ah, maksud ku aku rasa aku ingin mengatakan sesuatu untuk nya” ucap Soyeon agak canggung , ia takut kalau Seungho akan down lagi jika membicarakan hal yang bersangkutan dengan Hyejin

“tentu saja boleh , katakan saja apapun yang mau kau katakan pada nya” ucap Seungho yang diakhiri dengan senyuman

“ne” ucap Soyeon ikut tersenyum , syukurlah Seungho sudah mulai berubah , aku yakin pasti juga sebenar nya Seungho menyayangi Hyejin di dalam hati nya , batin Soyeon

****

“annyeong Hyejin-ssi , Soyeon imnida . Apakah kau mengingat ku ? Aku yang waktu itu bersama Seungho di Lotte World , dan . . .ah aku juga yang waktu itu menangis saat kau tertabrak si pabo Seungho , mianhae bukan nya menolong mu waktu itu , aku malah menangis . Jeongmal mianhae” Soyeon membungkukan tubuh nya

Ia tahu , sangat tahu kalau Hyejin tidak akan melihat nya karena Hyejin masih koma sekarang . Tapi ia juga tahu , sesungguh nya orang koma itu dapat mendengar apa yang orang bicarakan di sekitar nya , begitulah kata umma nya Soyeon . Itulah mengapa selama dua minggu ke belakang ini Seungho selalu menyempatkan waktu nya untuk ‘bicara’ pada Hyejin

Setiap ia mau pergi latihan , mau rekaman atau pun sekedar mencari makanan ke luar rumah sakit , ia selalu berdoa agar Hyejin cepat sadar lalu mengecup kening Hyejin . Berharap Hyejin dapat melihat ketulusan cinta nya sekarang . Dan itulah yang membuat kedua orang tua Hyejin luluh , dan memaafkan kesalahan Seungho yang dulu-dulu

“oya , apa kau tahu untuk apa aku kesini ?” ucap Soyeon antusias

“aku ingin memberikan ini untuk mu , semoga kau suka Hyejinah” Soyeon meletakkan boneka panda berukuran sedang di samping  tubuh Hyejin

“aku melihat boneka itu saat di Jepang , dan aku langsung berpikir untuk memberikan nya pada mu . Jadi kau tidak akan kesepian jika Seungho sedang bekerja , kekeke boneka itu sangat mirip dengan Seungho” Soyeon tertawa lagi , entah hanya halusinasi nya Soyeon atau memang benar terjadi , Soyeon melihat Hyejin tersenyum saat ia tertawa tadi

“ahh , Hyejinah maaf ya kalau aku terlalu banyak bicara , aku memang seperti ini dari kecil , sangat cerewet dan sangat cengeng hehehe” Soyeon mendekatkan kursi nya ke ranjang tempat Hyejin berbaring

“Hyejinah , maaf kalau aku lancang tapi bisakah kau mengabulkan pinta ku ?” ucap Soyeon sambil menggenggam tangan Hyejin

“tolong maafkan Seungho , aku tahu ia memang sangat bersalah pada mu . Tapi apa kau tahu ? Sesungguh nya  Seungho sangat mencintai mu Hyejin”

“selama ini , aku tidak pernah sekali pun melihat Seungho menitikan air mata nya untuk wanita mana pun kecuali untuk eomma nya dan pada mu , bahkan pada saat ia putus dengan cinta pertama nya saja waktu SMA dulu ia tak sampai menangis , padahal aku tahu saat itu ia sangat sedih . Dan itulah mengapa kau adalah yeoja yang beruntung di dunia ini , kau bisa menjadi istri seorang sahabat ku yang sangat baik hati itu”

“jadi cepatlah sadar Hyejinah . Agar Seungho bisa membalas kebaikan nya pada mu , dan agar kau bisa melihat Cheonsa yang sangat cantik itu ^^”

“ah satu lagi , berjanjilah pada ku Hyejin karena Seungho  juga akan berjanji pada mu . Berjanjilah kau akan berjuang melawan masa kritis mu sekarang hiks dan hiks hiks” ucapan Soyeon terhenti , ia mulai menangis . Yaa , Soyeon memang mudah sekali menangis

“Karena hiks selama kau terus berjuang hiks , Seungho juga hiks terus berjuang untuk mencintai mu hiks hiks melebihi ia mencintai diri nya sendiri”

****

“eomma” ucap Joon pelan lalu duduk di samping eomma yang sedang mengupas beberapa apel

“ada apa Changsunie?” ucap eomma Joon lembut

“aku menyukai seseorang , eomma”Joon mengambil sepotong apel lalu mengunyah nya

“lalu ? Kau mau melamar nya ?”

“aniyaa , dia sudah jadi milik orang lain eomma” eomma Joon berhenti mengupas apel lalu menatap anak laki-laki nya yang tampan itu

“aigo Changsunie baru kali ini eomma mendengar mu tak mendapatkan yeoja . Apakah orang yang berhasil mendapatkan yeoja itu lebih tampan dari mu ?” eomma Joon terkekeh sebentar lalu kembali mengupas apel-apel yang berwarna merah menggoda tadi

“ku rasa tidak , tapi aku tahu yeoja itu memang menyukai namja nya ,  eomma” Joon merebahkan kepala nya di meja makan sambil memperhatikan eomma nya

Hari ini Mblaq tidak ada jadwal , jadi Joon memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua nya saja sementara itu , Seungho sedang di rumah sakit menemani Hyejin , Mir dan G.O sedang membuat lagu untuk duet mereka nanti nya yang dibantu oleh Cheondung

“apa yang kau suka seorang bintang juga , Changsunie?”

“aniya , dia hanya orang biasa . Dia penggemar kami eomma” lebih tepat nya penggemar Seungho hyung seperti nya , tambah Joon dalam hati

“lalu , apa kau mau merebut yeoja itu dari orang yang dicintai nya ?”

“tentu saja tidak ! Aku ingin melihat nya bahagia eomma!” Joon terbawa suasana hingga tanpa sadar ia tadi sedikit mendepak meja di depan nya

“hahaha , sudah eomma duga . Kau memang selalu begitu Changsunie” Joon mengerutkan alis nya , bingung apa maksud eomma nya

“lain kali belajarlah mengejar yeoja secara serius , eomma tahu kalau kau sudah tertarik pada satu yeoja kau akan susah berpaling dari nya . Tapi percayalah , suatu saat nanti kau akan menemukan yeoja yang cocok untuk mu , tuhan pasti adil”

“dan satu lagi , kau harus mengiklaskan yeoja tadi kalau kau benar-benar menyukai nya . Kau ingin terus melihat dia tersenyum kan ?” eomma Joon menata apel-apel tadi di piring kecil lalu meletakan nya di kulkas

“araseo Changsunie ?” Joon tidak menjawab , hanya menganggukan kepala nya sambil tersenyum

Eomma benar , aku tidak boleh memaksakan kehendak ku  Mau bagaimana pun , Hyejin memang menyukai Seungho bukan aku . Gomawo eomma sudah memberikan ku solusi , ucap Joon dalam hati

****

“annyeong Hyejin” ucap Seungho, sebuah senyuman menghiasi wajah nya pagi ini . Sebuah senyuman yang sangat manis

“akhir nya aku diperbolehkan dokter untuk membawa Cheonsa kemari , ke kamar mu . Apa kamu lihat ? Cheonsa sangat cantik seperti mu , tapi aku rasa mata nya mirip  mata ku kekeke” Seungho tertawa kecil lalu menciumi bayi nya yang sudah berumur satu bulan dua hari itu

“hari ini aku tidak ada jadwal dan eomma mu sedang keluar kota , ikut appa mu mengurus urusan bisnis keluarga mu . Jadi hari ini aku yang akan menemani mu seharian , oke ?” Seungho  menatap Hyejin lalu tersenyum lagi , seolah Hyejin merespon ucapan nya

“baiklah hari ini aku akan melakukan apapun yang kamu mau , jadi ayo kita lihat apa saja permintaan mu yang kau tulis di buku diary mu ini” Seungho mulai membuka lembaran-lembaran diary Hyejin , dengan Cheonsa yang tetap dalam pelukan nya , yang tadi pagi ia ambil dari kamar Hyejin sebelum ia kemari

“aha , ini dia halaman nya . Oya , aku juga minta maaf telah lancang membaca diary mu , mianhae Hyejin-ssi …” Seungho terdiam “seperti nya aku harus memanggil mu chagi …. ah ani ! seharus nya yeobo ! betul , seharus nya yeobo!” ucap Seungho semangat

“jadi yeobo , inilah apa saja yang kau tulis selama kau ngidam dulu , aku baca ya” Seungho mendekatkan kursi nya kearah ranjang Hyejin

aku ingin Seungho oppa memeluk ku setiap aku baru saja bangun tidur , tapi kurasa beruang pemberian Seunghoon ini saja sudah cukup jadi teman tidur ku

“yak ! Masa aku disamakan dengan boneka ! Aigo , baiklah aku berjanji akan memeluk mu setiap saat mulai sekarang” Seungho menatap Hyejin “cepatlah sadar agar aku bisa memeluk mu yeobo” lanjut nya sambil mencium kening Hyejin

ah , sekarang sudah jam  dua malam . Tapi aku ingin sekali makan cake coklat ! Ottokae ? Rasa nya benar-benar ingin , andai saja ada yang mau membelikan nya untuk ku L dulu setiap aku sakit pasti Chun oppa datang membawa berbagai macam makanan rasa coklat , aku merindukan hal itu  😥

“kau suka coklat yeobo ? pantas saja kau jadi A+ kekeke” Seungho mengelus rambut Hyejin yang sudah sedikit memanjang sekarang

aku ingin Seungho oppa membuatkan aku bekal makanan kalau jadwal kuliah ku sedang penuh huffft

emmm , kurasa yang Hyejin maksud adalah saat Hyejin pulang malam saat itu . Aigo ternyata ia lelah sekali yaa L

aku ingin Seungho oppa berjalan mengelilingi apartement dengan menggunakan sebuah nametag besar bertuliskan ‘you are my last luv Hyejin’ tapi kurasa itu hanya mimpi

Seungho terdiam . Perasaan itu kembali lagi , perasaan rasa bersalah yang menghantui nya kemarin-kemarin

hari ini aku check up ke dokter , aigo senang nya hati ku . Kata dokter Kim aku akan memiliki bayi yeoja ^^ aku senang sekali , andai Seungho oppa mengetahui hal ini pasti ia senang ah tapi aku juga tidak tahu sih , aku rasa ia sangat menyayangi  Lauren L dan mungkin tidak akan peduli dengan bayi ini

Seungho mempererat pelukan nya pada Cheonsa . Mata nya mulai memanas

“aku menyayangi Cheonsa yeobo . . . Lauren tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan Cheonsa , percayalah”

hari ini dosen Lee menyebalkan sekali , dia terus saja bercuap-cuap tak jelas hanya karena belakangan ini aku suka datang telat .

Huh , memang ini mau ku apa? Memang nya sebelum mengajar disini kau harus memasakan istri mu dulu hah? Harus mencuci piring-piring dulu dan harus naik bus sendirian sambil membawa bayi di dalam rahim mu ? Tidak kan! Menyebalkan sekali dia

Setetes air mata meluncur dari mata Seungho  , namun ia masih saja terus membaca diary Hyejin yang isi nya dari halaman ke halaman semakin membuat hati nya teriris . Semakin ke belakang halaman-halaman yang Hyejin tulis tentang diri nya , isi nya hanya tentang perasaan Hyejin yang mulai kecewa , sakit hati dan muak pada diri nya tapi Hyejin tetap mencintai nya

Seungho membalik halaman selanjut nya . Cheonsa sudah ia letakkan di kamar nya lagi . Ini halaman terakhir , guman Seungho lalu menyeka air mata nya

aku lelah , aku ingin semua ini cepat berakhir . Sebesar apapun dukungan yang orang-orang berikan pada ku , itu tak ada gunanya lagi kini . Aku … Aku ingin mimpi ku terwujud ..

Aku .. Aku tahu mimpi ku sangat kelewatan tapi masa bodoh ! Seungho oppa juga selama ini sangat jahat ! Yaa dia sangat jahat !

“hentikaaan ! Jangan bilang aku jahat lagi jebal hiks” Seungho menangis lagi , hanya dengan membaca tulisan Hyejin ia merasa kalau sekarang Hyejinlah yang sedang berbicara langsung pada nya

aku benci pada mu oppa ! Kenapa tidak kau ceraikan saja aku! Ceraikan saja!

“aniya !! hiks Hyejin aniya , aku tak akan meninggalkan mu aplagi menceraikan mu Hyejin . . jebal jangan bicara seperti itu” Seungho mulai menjambak rambut nya , ia benar-benar terbawa suasana dan benar-benar merasa hyejin sedang bicara pada nya

aku sebenar nya tidak tega mengatakan nya oppa , apa kau tahu aku semalam mimpi apa?

“TIDAK ! Jangan bilang kau mau meninggalkan ku Hyejin , aku tidak mau mendengar nya!”

aku bermimpi . . . . .membunuh mu

“AAAAAKHHHHHHHHH” teriak Seungho lalu terjatuh

****

Hyejin Pov

aku lelah berjalan terus di jalan sepi ini sendirian . Kapan jalan ini akan berakhir ? Aku jenuh , aku rasa aku sudah berjalan disini berhari-hari bahkan berminggu-minggu

“oek oek oek” mwo ? suara bayi siapa itu ?

Aku mencari-cari asal suara tangis itu . Di bawah pohon ku lihat ada bungkusan putih , kurasa itu lah sumber tangisan tadi

“aigo , seorang bayi !” segera kugendong bayi itu

“cup cup , sudah jangan menangis cup cup cup” aku berusaha menghentikan tangis bayi ini dengan menimang-nimang nya , aigo bayi ini lucu sekali rupa nya setelah berhenti menangis

“kira-kira dari mana bayi ini ?” aku memeperhatikan keadaan sekitar , tidak ada siap-siapa disini . Sepanjang mata memandang , hanya ada jalan setapak , yang dihiasi semak-semak kecil dan beberapa pohon oak besar di sisi nya

“kurasa dari pertama aku terjatuh ke dunia aneh ini , pemandangan nya juga itu-itu saja” dengus ku kesal , sementara itu bayi kecil di pelukan ku sudah tertidur

Aku kembali berjalan ke depan , aku tak punya pilihan lain selain berjalan ke depan . Dunia ini sangat aneh dan aku malas untuk memikirkan nya , aku sudah memikirkan kenapa aku berada disini ? Kenapa aku mengenakan dress coklat baru ku yang seharus nya aku pakai untuk menonton konser Mblaq idola ku besok malam ? Kenapa aku tidak bisa ingat apa pun yang terjadi dengan ku sebelum nya , dan kenapa aku merasa kepala ku agak sakit seperti habis terbentur sesuatu setiap aku mencoba mengingat-ingat nya . Huuftt , menyebalkan sekali !

“cheonsa” begitulah tulisan yang terukir di gelang kecil yang ada di tangan bayi ini . Hahaha ,aku juga pernah bercerita pada eomma dan Chun oppa kalau aku ingin punya anak bernama Cheonsa . Cheonsa arti nya adalah malaikat , itulah mengapa aku ingin punya anak bernama Cheonsa , aku ingin aku punya seseorang yang dapat menjadi malaikat ku , melindungi ku setiap saat

Satu-satu nya yang dapat ku syukuri selama aku berada disini adalah aku sama sekali tidak merasa lapar atau pun haus . .  Ya , hanya itu

“awww!” aduh kepala ku sakit sekali , aigo aku menabrak sesuatu

Apa ini ? Ini kan plang jalanan ! Kenapa ada di tengah jalan begini sih ? Tidak bisa apa dipasang dipinggir jalan saja ? Aku yakin sekali aku berjalan dengan lurus sehingga seharus nya sekarang aku tetap berada di tengah-tengah ruas jalanan ini , tidak di pinggir dan menabrak plang ini

“mwo?” rupa nya ini di persimpangan

Kyaa akhir nya aku menemukan akhir dari jalanan ini ! Aku sudah bosan berjalan di jalan yang sama terus-terusan !

Di depan ku ada tiga jalanan yang ukuran nya tak jauh lebih besar dari jalanan yang sekarang ku pijak . Di setiap jalan ada plang yang terbuat dari kayu bertuliskan nama jalan tersebut yang tinggi nya pas sekali setinggi tubuh ku, dan aku menabrak salah satu plang tadi

Heaven , begitulah tulisan plang yang tadi aku tabrak

Blaq , dan Back begitulah tulisan di ke-dua plang yang lain . Aku bergidik ngeri melihat plang yang bertuliskan Back , kalau aku berbelok ke jalan yang ini jangan-jangan aku akan kembali ke tempat dimana pertama kali aku datang ke tempat ini lagi ?! Ih , tidak mau lah yaw

Lalu apa maksud nya dengan Blaq dan Heaven ? Heaven kan arti nya surga , lalu Blaq ? Hitam mungkin ? Atau Mblaq ? Phuahahaha  Mblaq idola ku maksud nya ? Lucu sekali ada jalanan bernama nama grup idola ku itu , kenapa sisa nya tidak bernama TVXQ atau JYJ saja ? Nama grup nya Chun oppa , kakak ku . Ada-ada saja tempat ini

Kurasa aku akan memilih jalanan bernama Heaven saja , seperti nya ini menjanjikan

Oke , Heaven ! Aku datang !

*** TBC ***

Iklan

3 thoughts on “FF : BLAQ DREAM 4

  1. thor… lagi melo-melo bacanya eh jd ngakak pas part appa nya seungho mukulin dia pake sendah… aigooo koplak bgt.. tp selain itu T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s