FF : BLAQ DREAM 3

Author       : @chacapsp

Rating         : PG16

Genre         : sad

Length       : chaptered

Casts          :

  • Yang Seungho – Mblaq as Hyejin’s Husband
  • Park Yoochun – JYJ as Hyejin’s fake Brother
  • Jang Hyejin [OC]
  • Park Soyeon — T-Ara
  • Jung G.O – Mblaq
  • Lee Joon – Mblaq
  • Park Cheondoong – Mblaq
  • Bang Mir – Mblaq

Back Song  :

  • 2NE1- Ugly
  • 2NE1 – It Hurt

Note : Lagu nya didenger sampai ff part ini abis yaa J

****

Author Pov

Sebulan telah berlalu sejak hari  itu . Banyak perubahan yang terjadi pada diri Seungho , Yoochun dan tentu perubahan terbesar terjadi pada Hyejin . Semua kini sudah jelas . Yoochun telah mengetahui semua rahasia Hyejin , bagaimana Hyejin bisa menikah dengan Seungho, dan bagaimana kehidupan Hyejin setelah hidup bersama Seungho yang tentu nya membuat ia marah besar

Hyejin duduk di balkon kamar nya . Anak rambut nya tertiup angin yang berhembus pelan

“tak perduli seberapa jahat engkau . Aku mencintai mu , Seungho oppa” lirih Hyejin pelan sambil mengelus perutnya yang semakin membuncit . Delapan bulan lebih  sudah ia mengandung anak nya , ya anak nya sendiri  bukan anak nya dengan Seungho

Flashback

“oppa , belikan aku gulali” Hyejin menarik-narik lengan jaket yang Yoochun kenakan , tangan nya yang satu lagi masih menggenggam Ice Cream rasa Strawberry yang sama sekali belum dijamah nya

“hei Hyejin sayang , habiskan dahulu Ice Cream mu , nanti oppa akan belikan gulali itu” bujuk Yoochun dengan nada selembut mungkin

“enggh ! Aku mau gulali oppa ! Tidak mau Ice Cream !” protes Hyejin  .

Hyejin berjalan kesal menuju tempat sampah hendak membuang Ice Cream yang tidak mau ia makan . Tapi hal itu ia urungkan . Sekitar lima belas  meter di depan nya , ia melihat seorang anak kecil yang sedang menangis sendirian . Hyejin menghampiri anak kecil itu

“aigo kau kenapa adik kecil ?” tanya Hyejin prihatin , ia merendahkan tubuh nya agar bisa sejajar dengan anak kecil itu

“eomma .. hiks nuna . . eomma ku mana ? .. hiks hiks hiks” anak itu kembali menangis . Hyejin tersenyum lalu menggendong anak kecil itu

“kajja kita cari umma mu . Shht .. Uljima jangan menangis lagi , ada nuna disini ” Hyejin menyeka air mata anak kecil itu

“kau mau Ice Cream ?” tanya Hyejin setelah anak itu berhenti menangis

“eung” anak kecil itu mengangguk semangat . Hyejin hendak memberikan Ice Cream yang tadi nya mau ia buang , ahh tapi ternyata Ice Cream itu sudah meleleh

“yah, sudah meleleh . Ayo kita beli lagi ,oya nama mu siapa adik manis ?” tanya Hyejin sambil menggendong anak kecil itu , menghampiri Yoochun yang sedari tadi memperhatikan diri nya

“nama ku Jung Yoogeun nuna” ucap anak kecil itu sambil tersenyum

“aigoo neomu kyeopta~ Yoochun oppa lihatlah ! Dia sangat lucu , semoga saja . . . .anak ku bisa setampan dia jika sudah besar nanti” ucap Hyejin pelan pada kalimat terakhir  yang ia ucapkan . Pelan bahkan Yoochun tak mampu mendengar nya

“Ini anak siapa?” tanya Yoohun bingung

”dia kehilangan umma nya , ayo temani aku ke pusat informasi . ah sebelum nya kita beli Ice Cream dulu untuk Yoogeun , kajja” Hyejin hendak berjalan lagi namun Yoochun menahan tangan Hyejin . Ia mengambil Yoogeun dari gendongan Hyejin , lalu menggendongnya

“sebaik nya kau tidak kelelahan Hyejinie . Pikirkanlah kandungan mu” ucap Yoochun sambil menatap Hyejin intens

“ahaha , aku kan yeoja kuat oppa . Tak usah mengkhawatirkan aku” ucap Hyejin membela diri sambil tertawa kecil

Yoochun menyembunyikan senyum pahit nya . Kau memang terlalu kuat Hyejin . Kau terlalu kuat untuk menyimpan derita mu sendiri . Dan aku tidak suka itu . Aku lebih suka kau menjadi yeoja kecil ku seperti dulu , yang selalu menangis dan manja kepada ku . batin Yoochun

Setelah beberapa menit mereka mengurusi Yoogeun . Akhir nya Yoogeun bertemu dengan kedua orang tua nya . Orang tua Yoogeun sangat berterima kasih pada Yoochun dan Hyejin dan berniat membalas jasa mereka tapi Yoochun dan Hyejin menolak . Mereka lebih memilih untuk kembali berjalan-jalan mengelilingi taman ria Lotte World  yang mulai menyepi karena hari sudah sore

“oppa , aku mau ke toilet” pinta Hyejin

“kenapa ? Kau mual ?” tanya Yooochun khawatir . Ia langsung memegangi tubuh Hyejin takut-takut kalau yeoja itu pingsan

“aku tidak mual oppa , aku mau buang air” jawab Hyejin risih

“aigo ku kira kau mual , Ayo kuantar , aku tidak akan meninggalkan mu sendirian” ucap Yoochun sambil menggandeng Hyejin

“kau terlalu over protective terhadap ku oppa , bahkan terhadap Yoohwan saja kau tidak sebaik ini” protes Hyejin yang meski begitu ia sangat suka diperlakukan seperti itu oleh Yoochun

“Yoohwan kan namja , dan dia bukan ibu-ibu hamil yang kerjaan nya muntah-muntah setiap pagi , atau yang suka merengek-rengek meminta sesuatu jika ia sedang ngidam , jadi untuk apa aku terlalu perhatian pada nya” ucap Yoochun enteng

“yak! Aku bukan ibu-ibu! Umur ku masih dua duluh dua tahun oppa!” ucap Hyejin kesal sambil mencubit lengan Yoochun

“hahaha , kan aku juga tidak bilang orang yang kusebutkan tadi itu kamu” Yoochun tersenyum jahil melihat Hyejin yang menggembungkan pipi nya kesal

“ah sudahlah . Oppa tunggu disini , aku masuk dulu” Hyejin melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Yoochun, lalu masuk kedalam ruangan dengan tulisan toilet wanita di depan nya

Yoochun duduk di bangku taman tak jauh dari toilet tadi sambil mengecek handphone nya , nihil , tak ada pesan masuk dari siapa-siapa . Ia pun kembali memasukan handphone berlambang apel itu  ke saku jaket nya . Yoochun menopang dagu nya dengan tangan kiri nya. Pandangan nya tertuju pada sepasang kekasih yang sangat mesra tak jauh dari tempat nya duduk . Saat si namja hendak mencium yeoja nya , Yoochun mengalihkan pandangan nya malas dan melihat Hyejin sudah berada di depan nya

“oppa aku lapar , aku mau makan” ucap Hyejin manja sambil menarik tangan Yoochun agar ia berdiri

“ah aku juga , kita makan bibimbap yuk” usul Yoochun

“ne , terserah oppa saja” Hyejin menarik tangan Yoochun dengan girang lalu berjalan mencari penjual bibimbap

Yoochun tertawa kecil melihat tingkah Hyejin yang sangat kekanak-kanakan jika sudah bersama nya . Karena tidak memperhatikan jalan , Hyejin hampir saja tersandung lalu terjatuh namun itu tak terjadi karena tubuh Hyejin tertahan tubuh seorang namja yang sedang berpacaran yang tadi Yoochun lihat

“mianata , mianata . Jeongmal mianhae” Hyejin meminta maaf kepada laki-laki itu sambil menunduk sedalam mungkin . Laki-laki itu menoleh dan melihat siapa yang menabrak nya . Namun dengan aneh nya , laki-laki itu malah mulai berjalan menjauhi Hyejin dan Yoochun tanpa mengucap sepatah kata pun . Alis Yoochun bertaut , ia seperti mengenal namja itu

“hajiman!” Yoochun berlari kecil mengejar sepasang kekasih tadi

“adik ku kan sedang  minta maaf , kenapa kau pergi begitu saja” ucap Yoochun mengintimidasi pasangan itu , tepat nya si namja

“eo ? Yoochun sunbaenim?” si yeoja yang sedari tadi diam saja kini menyahut

“kamu siapa ya ?” tanya Yoochun dengan raut kikuk

“ah , mianata sunbaenim . Aku Park Soyeon , leader T-Ara” ucap yeoja yang bernama Soyeon itu lalu membungkuk sopan

“Seungho beri salam pada sunbaenim , aish kau ini” ucap Soyeon kesal sambil meninju pelan lengan namja yang dipanggil nya Seungho itu

“sudah kuduga” desis Yoochun pelan . Soyeon menoleh

“sunbaenim bilang apa?” tanya Soyeon bingung

“lepas kacamata mu Seungho !” perintah Yoochun . Seungho masih diam saja tak menganggapi Yoochun

“KUBILANG BUKA KACAMATA MU , ATAU KUBUAT PATAH DI WAJAH MU !! ” teriak Yoochun emosi sambil menarik kerah kaus yang Seungho kenakan  . Mendengar Yoochun berteriak , Hyejin segera menghampiri nya

“yak ! Oppa jangan berkelahi ! Aku yang salah, aku yang menabrak nya tadi” ucap Hyejin sambil berusaha melerai Yoochun . Sedangkan Soyeon hanya diam membeku , bingung dengan apa yang terjadi

“LIHAT SUAMI MU HYEJIN , SEPERTI INIKAH SUAMI MU HAH? BERKENCAN DENGAN YEOJA LAIN , SEMENTARA KAU HARUS MENGANDUNG ANAK MU SENDIRIRAN?” teriakan Yoochun diakhiri dengan suara tubuh Seungho yang tersungkur di tanah karena ditinju Yoochun

“tak puaskah kau buat adik ku menderita hah?” Yoochun menarik tubuh Seungho yang baru saja terjatuh lagi lalu meninju nya lagi . Hyejin tidak jadi melerai Yoochun begitu melihat orang yang ditinju kakak nya itu adalah Seungho , suami nya sendiri

“AKU TIDAK SUDI MELIHAT MU LAGI YANG SEUNGHO !” Yoochun hendak meninju Seungho lagi tapi tangan nya ditahan oleh kedua tangan Soyeon

“mi. . mianata sunbaenim .. ta .. tapi bisakah kau berhenti meninju nya” pinta  Soyeon dengan nada ketakutan

“cih” Yoochun melepaskan tangan nya dari genggaman Soyeon dengan angkuh

“aku juga tak sudi meninju dia , tangan ku terlalu berharga untuk meninju wajah namja pecundang seperti dia” ucap Yoochun sarkastik

“dan kau !” ucap Yoochun tajam sambil menatap Soyeon

“jangan panggil aku sunbaenim , aku tak mengenal mu” ucap Yoochun sebelum meninggalkan Seungho yang mengalami pendarahan pada ujung bibir nya

Flashback  End

***

“aku rindu masakan nunaaa !” ucap Mir pelan sambil menatap handphone nya . Lebih tepat nya wallpaper handphone nya , foto ia bersama Hyejin yang diambil nya beberapa bulan lalu

“aku rindu nasihat-nasihat nuna” ucap nya lagi

“aku juga rindu omelan , ocehan juga pukulan koran yang biasa nuna lakukan jika aku kelewat nakal” ucap Mir dengan nada lebih rendah dari sebelum nya

Mir menangkupkan wajah nya di bantal sofa , berharap rasa rindu nya hilang . Satu menit . . Dua menit . . Tiga menit. .

“hosh. .hosh . .hoosh”

Pletak!

“yak! Maknae pabo! Kau sudah bosan hidup huh?” ucap Cheondung sinis sambil meluruskan kembali majalah Rolling Stone nya yang sedikit lecek karena tadi ia gulung dan digunakan untuk memukul kepala Mir . Mir hanya diam lalu mengubah posisi nya dari tengkurap menjadi duduk bersila

“hyung~” rengek Mir sambil memasang tampang memelas pada Cheondung yang sedang menonton televisi di depan nya

“wae?” tanya Cheondung acuh

“hyung~” rengek Mir lagi

“wae?” ucap Cheondung lagi

“hyung~~”

“WAE NIGA ?” Cheondung berbalik sambil memegangi bahu Mir saking kesal nya

“nah begitu dong hyung , tanggapi aku kekeke” ucap Mir tanpa rasa bersalah . Cheoondung memberi nya tatapan sebal

“jangan sok cool begitu hyung , wajah mu tak cocok untuk marah-marah” ucap Mir kelewat polos . Cheondung semakin kesal jadi nya . Tapi ia memilih diam saja dari pada menanggapi maknae gila yang tadi hampir saja bunuh diri dengan tidak bernafas itu

“aku rindu nuna , hyung” ucap Mir memecah keheningan . Cheondung menghela nafas

“aku juga Mireu , seharian ini aku suntuk sekali . Biasa nya kalau libur begini kita kan bermain bersama nuna atau menemani nya berbelanja bulanan . Sekarang dia tidak tinggal disini lagi , aku . . sedikit kesepian” ucap Cheondung sambil mengusap tengkuk nya

“aku bukan sedikit hyung ! Aku sangat kesepian !” protes Mireu , yang sebenar nya Cheondung rasakan juga

“hoamhh~ kalian berisik sekali” G.O muncul sambil merentangkan tangan nya lebar-lebar

“kalian kenapa sih ? mengganggu tidur ku saja , Joonie masih tidur ?” ucap G.O lagi sambil membawa secangkir kopi yang baru saja ia buat di dapur . Cheondung mengangguk , mengiyakan kalau Joon masih tidur

“aku rindu Hyejin nuna hyung” ucap Mir yang hampir saja membuat namja bersuara emas itu tersedak

“uhuk , apa kau bilang ?” tanya G.O sekali lagi untuk memastikan apa pendengaran nya masih berfungsi dengan baik

“aku rindu nuna , hyung~” ulang Mir dengan nada manja . Alis G.O mengkerut

“kenapa tidak kau telepon saja dia” usul G.O lalu menyeruput kopi nya

“nuna ganti nomor hyung ! itulah masalah nya , aku tidak tau harus bagaimana lagi menghubungi nuna” ucap Mir pasrah

“kenapa tidak kau cari saja di twitter , dia kan dulu penggemar kita , pasti dia pernah me-mention mu , ah bahkan mungkin dia mem-follow mu Mireu”

“mwo ? Aku masih waras hyung ! Aku kan tidak mungkin mengecek semua followers ku ! Itupun kalo berhasil , kalo enggak?” ucap Mir yang semakin desperate

“huhh, terserah kau sajalah, sudah kuberi solusi juga ” G.O bangkit dari duduk nya lalu berjalan menuju kamar nya

***

G.O Pov

Benar juga kata Mir . Aku baru sadar sekarang . Beberapa minggu ini dorm selalu sepi dan senyap , padahal semua anggota ada di dorm . Hyejin , semenjak ada dia dorm menjadi lebih ceria dan ramai . Apalagi kalau dia baru saja memasak kue ataupun cake lalu dibawa ke dorm , haduh pasti Mir dan Cheondung langsung berebut ingin dapat kue yang potongan nya paling besar yang sebenar nya itu jatah punya Seungho

Bagaimana kabar Hyejin ya ? Setelah kejadian itu , Seungho tak pernah menghubungi Hyejin lagi , yah setidak nya itu yang ku tahu karena aku selalu bersama Seungho .

Dan lagi Jihoon hyung belum mengetahui hal ini karena sedang mengikuti wajib militer , jika ia tahu pasti masalah nya akan semakin runyam . Hyung selalu membela Hyejin , setidak nya itu yang ku lihat . Seperti . . . ah saat pernikahan Seungho dengan Hyejin , Jihoon hyung berusaha mati-matian menyuruh Seungho terus tersenyum selama resepsi nya berlangsung . Aku saja tidak tahan senyum selama itu ! Lalu . . Saat Hyejin ketahuan sudah hamil karena peristiwa waktu itu , Jihoon hyung selalu menyuruh Seungho untuk perhatian ke Hyejin , tapi sayang nya itu tak berhasil . Ku rasa sebaik nya yang menjadi suami nya Hyejin itu Jihoon hyung saja , mengingat umur nya yang sudah sangat lewat ‘batas’ dari umur seorang pria yang belum beristri . Aku jadi . . kasihan . . .

Joon Pov

“ugh. . Jam berapa sekarang?” guman ku sambil meraba-raba kasur mencari jam weker ku

“hoamhh , masih jam segini rupa nya” ku letakan lagi jam weker ku , tapi tidak di kasur lagi , ku letakan di meja kecil yang ada di samping kasur ku . Setelah fan meeting resmi kemarin , kami diberi libur dua hari , dan tentu saja waktu libur ini aku pakai untuk tidur seharian kekeke

Kusanggah kepala ku dengan kedua tangan ku . Bayangan mimpi itu terus menghantui ku belakangan ini , kurang lebih sebulan terakhir ini . Yaa , sebulan terakhir bertepatan dengan pergi nya Hyejin dari kehidupan kami .

Ahh , apa kabar mu Hyejin ? Apa kau baik-baik saja disana ? Kapan yaa terakhir aku melihat mu ?

Ah , aku ingat ! Terakhir aku melihat nya saat hari dimana Yoochun hyung datang ke apartemen kami tiba-tiba dan bertanya yang mana yang nama nya Seungho . Mir dengan senang hati menunjuk Seungho yang sedang sarapan bersama ku waktu itu

Tanpa ba-bi-bu Yoochun hyung langsung menjotos Seungho di depan ku , dan mengancam bahwa Seungho tidak akan selamat sampai orang tua Hyejin mengetahui keadaan Hyejin yang sebenar nya sekarang . Lalu tiba-tiba Hyejin datang sambil menangis dan meminta Yoochun hyung berhenti berkelahi , aku sangat shock waktu itu , apa Hyejin sudah pulih ? Semalam nya kan Hyejin baru saja pingsan dan . . dan aku lah yang menyelamatkan nya

Author Pov

Tok Tok Tok

“hyejinie , oppa masuk  ya ?” Yoochun masuk ke kamar Hyejin karena Hyejin tidak menjawab apa-apa saat pintu kamar nya diketuk tadi . Dilihat nya Hyejin sedang duduk termenung di balkon kamar nya

“Hyejinie~” Yoochun duduk disamping Hyejin

“eh? Sejak kapan oppa masuk ?” Hyejin sedikit kaget melihat Yoochun yang sudah duduk di samping nya

“maka nya jangan melamun terus  . Ikut oppa yuk”

“kemana ? Aku lemas oppa” kilah Hyejin . Sebenar nya ia tidak lemas ,  hanya saja perasaan nya sedang sangat tidak baik hari ini , ia jadi malas kemana-mana

“ke toko peralatan bayi , kajja ikut oppa” ucap Yoochun antusias

“bayi ? untuk siapa ?” tanya Hyejin bingung . Seingat nya , Yoochun tak punya teman yang sedang hamil atau baru saja melahirkan . Atau anak nya Yoochun ? Yeoja chingu saja tidak punya , anak darimana ?

“tentu saja bayi mu ! Kau tidak ingat kalau kau sedang hamil huh? Sudah delapan bulan lebih lagi , berarti kalau normal kau kan akan melahirkan sebentar lagi . Dan sebentar lagi masa libur ku juga akan habis . Aku takut kau tak sempat membeli peralatan bayi mu sendiri jika tak ku temani . Yoohwan juga sedang sibuk sekali , kajja hari ini saja” ucap Yoochun panjang lebar

“eung . . Baiklah”

***

“istri mu cantik , Seungho-yah” Seungho menoleh kearah sahabat nya yang sedari tadi menemani nya di kafe milik Yesung Super Junior itu

“bisa tidak kau tidak membicarakan hal itu Soyeona ? Aku malas mendengar nya” Seungho meminum Moccacinno nya . Ia merebahkan kepala nya di meja yang cukup besar itu , suntuk , itulah isi kepala nya

“aku serius Seungho-yah ! Setidak nya temui lah dia . Minta maaf pada nya , kenapa kau berubah jadi namja pecundang begini hah ?” Soyeon sedikit membentak Seungho .

Sebenar nya , setelah mendengar cerita dari Seungho kalau ia sudah menikah , Soyeon sangat kaget . Kaget karena Seungho sudah menikah dan kaget karena ternyata sahabat nya ini sama sekali tak perduli dengan istri nya

“minta maaf untuk apa ? Justru Yoochun hyung lah yang harus nya minta maaf” ucap Seungho kesal

“pasti Yoochun oppa waktu itu salah paham melihat kita . Apalagi saat kau mau meniup mata ku yang kelilipan . Sebagai kakak yang baik hati , tentu saja ia kesal melihat suami adik nya berjalan dengan yeoja lain” ucap Soyeon sabar . Kalau sedang marah memang susah untuk menasihati Seungho

“sudah begitu . . Sebentar lagi dia akan melahirkan bukan ? Jika sampai hari itu kau belum minta maaf pada nya . Akan kuadukan pada umma dan appa mu kalau kau itu sebenar nya menikah dengan dia karena sudah memperkosa nya bukan karena dia memang pacaran dengan mu, ara?” ancam Soyeon

“MWO ? Yak! Kenapa kau jadi mengancam ku ? Aish , kenapa semua orang memihak pada Hyejin sih ?” gerutu Seungho kesal

“tentu saja , dia sama sekali tidak bersalah Seungho-yah ! Semua ini murni kesalahan mu !” bentak Soyeon sambil membanting tangan nya di meja .  Seungho terperanjat . Ia membeku mendengar perkataan Soyeon

“setidak nya kau harus tahu Seungho , aku dapat merasakan apa yang Hyejin rasakan karena aku juga wanita . Dan kau tahu seperti apa rasa nya?” tanya Soyeon yang masih terbawa emosi . Seungho menggeleng takut melihat Soyeon marah

“sakit ! Sangat sakit rasa nya !”

***

Seungho Pov

Aku masih berdiam diri sementara Soyeon sedang sibuk memilih perlengkapan bayi di depan nya . Aku baru tersadar kalau aku ini begitu bodoh dan tolol setelah dimarahi Soyeon berjam-jam di kafe tadi  . Aku . . aku merasa seperti pecundang

“ah , aku harus beli ini . Seungho lihatlah , baju tidur bayi ini sangat lucu bukan ? Aku yakin pasti Hyejin akan senang melihat nya” Soyeon sedari tadi sangat sibuk memilih perlengkapan bayi yang sebagian besar aku tidak tahu nama nya apa

Ia sangat bersemangat saat pertama kali menginjakan kaki nya di Baby Shop ini , mata nya berbinar-binar seperti anak-anak . Yah itulah sahabat ku , Park Injung alias Soyeon . Yeoja yang sangat cerewet dan supel tapi juga sangat baik hati . Bukti ? Inilah bukti nya , dia memaksa ku menemani nya membeli peralatan bayi untuk anak ku dan Hyejin , padahal itu kan untuk anak ku bukan anak nya . Tidak perduli itu anak siapa yang jelas jika sudah lahir nanti , ia akan menganggap nya anak nya juga tentu dengan persetujuan Hyejin . Dasar yeoja ini , ckckck

Drrt Drrt Drrt

1 New Message

from : Seunghoonie

‘hyung , kau ada dimana ? Kau sedang di Mall of Seoul kan ?’

Untuk apa dia bertanya seperti ini , pasti ada mau nya dia

to     : Seunghoonie

‘aku sedang di baby shop Hoonie , ada apa ?’

Tak sampai lima menit , Seunghoon sudah membalas pesan ku lagi

from : Seunghoonie

“aigo , akhir nya hyung ku luluh juga . Jaga nuna baik-baik ya hyung , sampaikan salam ku pada nya ^^’

Aku. . agak terkejut membaca nya . Aku tidak menyangka Seunghoon masih mengingat Hyejin . . Bahkan sampai menitipkan salam pada nya . Sayang nya aku tidak bersama Hyejin saat ini . Aku semakin berfikir , apa selama ini aku sudah sangat keterlaluan pada Hyejin ?

Sebulan lebih aku tak tahu apa-apa tentang diri nya . Apa dia baik-baik saja ? Apa dia masih suka muntah-muntah di pagi hari ? Astaga! Bahkan aku berprasangka buruk terhadap nya , belakangan baru ku ketahui ternyata kalau seorang yeoja yang sedang hamil suka muntah-muntah di pagi hari itu adalah morning sickness . Dan setelah aku cari-cari informasi tentang morning sickness di internet aku baru tahu kalau morning sickness sangat menyakitkan buat seorang ibu hamil . Astagaa , namja macam apa kau Seungho ?! Membiarkan istri mu sakit seperti itu !

Aku.. aku . . Harus minta maaf , ya aku harus minta maaf pada Hyejin ! Ku ambil handphone ku lalu mencari kontak Jang Hyejin . Ku tekan pilihan ‘call’ yang tertera di layar sentuh handphone ku

TUT TUT TUT

“nomor yang anda tuju salah” aish ! Kenapa yang menjawab malah provider ? tunggu ! nomor yang anda tuju salah ? berarti dia sudah mengganti nomor handphone nya dong ?

“kau menelpon siapa Seungho ?” Soyeon membuyarkan pikiran ku

“ah . anhi” ucap ku gugup . Ia sedikit mendelik tapi tak lama kemudian ia sudah menghilang lagi dibalik rak-rak pakaian balita lain nya sambil mendorong trolley nya yang sudah penuh itu

‘aigo , akhir nya hyung ku luluh juga . Jaga nuna baik-baik ya hyung , sampaikan salam ku pada nya‘

Seunghoonie . . Maaf aku tak bisa menyampaikan salam mu . Andai aku menyadari kebodohan ku lebih awal , aku . . menyesal

***

Author Pov

“oppa , aku pusing” Hyejin berhenti berjalan lalu memegang kepalanya

“aigo ! Gwenchana ? Apa perut mu sakit ?” Yoochun langsung memegangi tubuh Hyejin takut-takut adik nya itu akan pingsan atau bahkan lebih buruk lagi

“aniyo , hanya pusing dan kaki ku lemas” ucap Hyejin sambil memaksakan senyum nya agar Yoochun tidak khawatir

“baiklah , kau tunggu dulu di luar . Bernafas lah dengan tenang , tunggu oppa membayar ini semua , ne?”

“ne oppa”

Hyejin berjalan menuju pintu keluar toko itu . Sesekali ia memegangi perut nya yang entah kenapa tiba-tiba terasa sakit sekali

“errgh… appoya” Hyejin berhenti berjalan sebentar , berusaha menenangkan diri nya agar tidak panik

Hyejin berjalan keluar dari pusat perbelanjaan itu menuju tempat parkiran mobil yang jarak nya agak jauh , di basement . Ia berjalan sambil memegangi perut nya yang semakin sakit

“urggh..kenapa mobil oppa jauh sekali sih..erghh..appoya” Hyejin tidak berkonsentrasi saat berjalan , ia lebih mementingkan perut nya yang tiba-tiba sakit ini . Sakit yang sangat berbeda dari sebelum nya , benar-benar sakit

***

“Seunghoyah kau mau tidak ?” Soyeon menyodorkan Seungho bulgogi yang tadi sempat mereka beli sebelum pulang dari baby shop

“mau” ucap Seungho singkat , ia masih berkonsentrasi mengeluarkan mobil nya dari tempat parkiran mall tersebut

“yaudah , ambil aja , ini tusukan buat Seungho” Soyeon menusukan tusukan kayu kecil  yang tadi ditunjukan buat Seungho di salah satu potongan bulgogi yang dekat dengan sisi nya Seungho . Sementara itu , ia malah asik makan sendirian

“yak! Soyeona! Suapi aku dong”pinta Seungho , mobil nya kini sedang melintasi ruang basement yang cukup gelap dan minim penerangan

“ambil sendiri week!” ledek Soyeon , Soyeon melanjutkan makan nya dan itu membuat Seungho sebal . Saat Soyeon hendak memasukan bulgogi ke mulut nya , tiba-tiba tangan Seungho menahan tangan Soyeon

“suapi aku” todong Seungho dengan wajah sok seram

“andwae!” jerit Soyeon

“suapi atau . .”

“atau apa ?” tantang Soyeon

“kuturunkan kau disini” ancam Seungho

“turunkan saja , nanti kuadukan pada appa mu loh . Ahjussi , anak mu ini sungguh tidak sopan , mengusir seorang yeoja dari mobil nya” ucap Soyeon dengan nada yang dibuat-buat agar Seungho takut . Ya , Seungho memang sangat takut dan patuh pada appa nya

“aish kau ini” desis Seungho ,  namun melihat Soyeon yang lengah , ia menarik tangan Soyeon lagi hingga ia dapat memakan bulgogi di tangan Soyeon

“YAAKK! SEUNGHO KAU INI ——YAAKK SEUNGHO BERHENTI ADA ORANG!!!!”

“AKHHHH!”

TIIIIN TIIIIIN TIIIN

***TBC***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s