FF : BLAQ DREAM 1

Author       : @chacapsp

Rating         : PG16

Genre         : sad , romance

Length       : chaptered

Casts          :

  • Yang Seungho – Mblaq as Hyejin’s Husband
  • Park Yoochun – JYJ as Hyejin’s fake Brother
  • Jang Hyejin [OC]

 

Minor Casts :

  • Jung G.O – Mblaq
  • Lee Joon – Mblaq
  • Park Cheondoong – Mblaq
  • Bang Mir – Mblaq
  • Kim Jaejoong  – JYJ
  • Kim Junsu – JYJ

Note   : hai semua , ini ff pertama aku yang di post di web kayak gini hehe , agak canggung sih , semoga ga jelek-jelek amat ya . . hehe happy reading^^

****

 

Seoul , January 2012

00.01 pm  KST

Hyejin Pov

“aduh kenapa hari panas sekali sih ?” keluh ku pelan lalu menyeka peluh ku dengan sapu tangan . Sebenar nya aku juga berkata begini , semata-mata hanya untuk menghibur diri ku sendiri , mencoba melupakan betapa berat nya calon bayi yang menempel pada rahim ku . Karena aku yakin tuhan pasti sudah merancanakan segala sesuatu sebaik mungkin dan sesempurna mungkin , aku tak boleh terlalu banyak mengeluh ! Hyejin Hwaiting !

Yoochun Pov

Aku tersenyum-senyum sendiri memperhatikan foto yeoja kecil ku , bukan , dia bukan anak ku apalagi pacar ku . Dia adik ku , lebih tepat nya seseorang yang ku anggap sebagai adik . Sudah lama sekali aku tak bertemu dengan nya , semenjak grup ku tidak aktif di korea aku jadi jarang pulang ke rumah umma , dan tentu jadi jarang mengunjungi nya . Tiga tahun ? Emm mungkin . . Tapi aku tak begitu yakin , yang jelas aku sangat merindukan nya .

“yak chunie! mau sampai kapan kau melolotin foto dia terus ?!” Jaejoong  hyung mendepak bahu ku pelan , mengganggu saja dia

“bilang saja kau iri tak punya yeoja chingu kan ? huh?” balas ku sewot

“heh , jidat lebar   dia juga kan bukan yeoja mu!” balas nya tak kalah sewot

“memang bukan , memang aku pernah bilang dia itu yeoja ku ? tidak sih yee!”

“ish , kau ini” akhir nya Jaejoong hyung mengalah , hahaha . Aku kembali melihat foto Hyejin . Foto yang diambil saat dia lulus dari high school . Wajah nya sangat bahagia di foto itu , begitu pula dengan wajah ku . Hahaha aku jadi ingat , saat aku menemani  nya wisuda , teman-teman nya kaget sekali kalau yang menemani Hyejin adalah seorang Micky Yoochun anggota TVXQ , teman-teman nya berebut ingin melihat ku tapi Hyejin melarang mereka menemui ku , hahaha lucu sekali

Author Pov

Hyejin berhenti berjalan sebentar lalu menyeka keringat di dahi nya dengan sapu tangan bermotif kotak-kotak kesayangan nya . Sudah setengah jalan ia lalui menuju apartemen nya yang berada di lantai empat , dan itu berarti sudah dua lantai ia lalui dengan berjalan diatas puluhan anak tangga , ditambah dengan beban calon bayi yang menempel pada tubuh nya tentu kegiatan ‘mendaki’ nya semakin melelahkan . Berat kandungan nya yang sudah mencapai tujuh bulan itu tentu tidak enteng lagi . Mungkin kalian berpikir mengapa tidak pakai lift saja ? Yaa nenek-nenek bawa gayung pikun pun tahu kalau naik lift tentu akan menghemat tenaga , tapi apa daya ? Semua lift di apartemen semewah dan sebesar  Jtune Camp ini mendadak tak bisa dioprasikan , aneh bukan ? ya memang aneh , mungkin sang empunya alias aktor sekaligus penyanyi tersohor itu (Rain) lupa membayar tagihan listrik nya ? -_- who knows ?

Kembali ke Hyejin , setelah lima belas menit ia mendaki anak tangga tersebut akhir nya ia sampai di lantai empat .

“oppa , aku pulang” ucap Hyejin pelan lalu duduk di sofa ruang tamu nya . Hening . Tidak ada tanda-tanda Seungho sedang di rumah . Senyuman kecut terlukis di wajah Hyejin . Ia sudah biasa dengan hal ini , sangat terbiasa malah . Kapan ia pulang dari tempat kuliah lalu Seungho si leader karismatik Mblaq itu serta merta menyambut kepulangan nya ? Tidak pernah ! Meski Hyejin berstatus sebagai istri nya , ia tak pernah merasakan yang nama nya kasih sayang seorang suami sama sekali . Tapi Hyejin tak pernah menuntut apa-apa dari Seungho , menikah dengan idola nya saja sudah menjadi hal yang sangat membahagiakan buat diri nya . Masihkah ia harus menuntut Seungho untuk bersikap baik pada nya ? Tidak ! Dapat melihat seorang Yang Seungho tinggal satu atap dengan nya setiap hari saja sudah menjadi hal yang paling membahagiakan buat diri nya , ia sudah sangat bersyukur akan hal itu

“nuna? kau sudah pulang ? apa kau di dalam ? aku masuk yaa~” suara seseorang membuyarkan lamunan Hyejin

“ye ? oh Mireu , ada apa ?” Hyejin tersenyum simpul melihat Mir yang  merangsek manja dan tiba-tiba saja sudah di samping nya . Ya beginilah hidup baru Hyejin , menjadi nuna nya para anggota Mblaq  , tepat nya nuna nya Mir dan Thunder saja

“nuna darimana saja ? aku bosan di dorm sendirian~” adu Mir manja

“hahaha , nuna kan harus kuliah Mir-ah , memang kemana hyung-hyung mu ?”

“Joon hyung sedang rekaman Dream Team , Jio hyung sedang rekaman Immortal Song , lalu Cheondoongie hyung . . entahlah , mungkin dia sedang berkencan dengan Jieun * Jieun = IU ya , bukan Jieun secret* lalu Seungho hyung . .  masa aku lebih tahu aktifitas nya dariapada istri nya sendiri hehehe” goda Mir

“yak! aku juga tidak meminta mu untuk memberi tahu ku” sungut Hyejin kesal

“yah , nuna jangan marah dong ah . aku benar-benar kesepian nih , Noh Ssam nuna dan Gu Seulyi nuna *mblaq’s hairstylist* juga sedang pergi semua , aku bosaaaaan nunaaaa”

“lalu kau mau nuna ngapain ? Main game lagi ? Tidak mau ah !”

“tidak-tidak , buatkan aku makanan saja ya nunaa? Jebal aku belum makan siang , aku malas sekali jika harus pesan makanan dari restoran yang rasa nya itu-itu saja” pinta Mir manja sambil beraegyo ria

“baiklah . .” Hyejin menghela nafas sebentar  “kalau aku tidak ingat kau itu mantan idola ku mungkin sudah kuusir kau Mir”

“hahaha aku memang bukan  idola mu lagi  , karena sekarang aku adik ipar mu hehehe” ucap Mir cengengesan *bayangin Mir ngerap sambil ketawa-ketawa bareng Seungho pas lagi dibelanja di supermarket – mblaq go to school* -_-

****

“eungh~” Seungho menggeliat-geliatkan tubuh nya di ranjang , tidur nya sangat nyenyak semalam  . Huek , huek , huek . Ah lagi-lagi suara itu , batin Seungho

“kenapa Hyejin sering sekali muntah belakangan ini ? Apa dia minum-minuman keras belakangan ini ?”  pikir Seungho *author : itu morning sickness seungho goblok  -_-

“ah biarkan sajalah , kalau dia minum-minuman keras , dia ini yang menderita” ucap Seungho acuh lalu masuk ke kamar mandi yang ada di kamar nya

“pagi oppa” ucap Hyejin dengan senyum terbaik nya saat Seungho menghampiri nya ke dapur usai mandi . Seungho tak menyahut , ia hanya tersenym tipis lalu mengambil susu di kulkas

“oppa jangan lupa sarapan ya , aku sudah masak sup ayam dan ada ayam goreng di lemari makan” ucap Hyejin terburu-buru

“aku berangkat kuliah dulu oppa , annyeong” ucap Hyejin masih dengan senyum terbaik nya lalu meninggalkan rumah . Seungho masih dalam posisi nya , meminum susu , berpura-pura acuh pada Hyejin

“cih , kalau saja dia tak bisa memasak mungkin habis dia melahirkan anak ku , ku ceraikan saja dia ! Sayang nya dia bisa memasak sih, perhatian pula ! Mana punya aku alasan untuk menceraikan nya? ” gerutu Seungho kesal sambil mengacak-acak rambut basah nya

“huh , kenapa waktu itu aku begitu bodoh sampai harus menghamili nya sih ? Kena pelet apa aku waktu itu ?” Seungho tertawa sinis sebelum melanjutkan gerutuan nya  “hanya karena dua botol soju ? Hahaha tidak mungkin waktu itu aku mabuk hanya karena dua botol soju , sampai-sampai aku menghamili nya” Seungho menghela nafas nya berat sebelum akhir nya mengambil sepiring ayam goreng di lemari makan dan membawa nya ke apartement sebelah , apartement Mblaq untuk makan bersama dongsaeng-dongsaeng  nya . *ebuset picik amat itu seungho -_-

****

“YANG SEUNGHO , JUNG BYUNGHEE , LEE CHANGSEON , PARK SANGHYUN , BANG CHULYONG , EM-BLAQ , SARANGHAE” jeritan para A+ menggema di studio Music Bank usai band favorit mereka , Mblaq menyanyikan lagu It’s War . Ini minggu kedua mereka tampil di Music Bank semenjak comeback mereka dengan lagu It’s War .

Seungho tersenyum bahagia pada A+yang terus mendukung mereka sebelum akhir nya ia meninggalkan panggung tersebut menuju backstage .

“Ssong-ah!”

“Soyeona ? Wae ?” Seungho berjalan menuju gadis yang memanggil nya di ruang sebelah ruangan Mblaq . Ia memberi isyarat  pada anggota nya supaya masuk duluan saja

“ada apa Soyeona ?” tanya Seungho ramah

“hee ? Kenapa kau senyam-senyum begitu ?” ucap Soyeon ngeri  -_-

“kau ini , yasudah aku pergi nih” ancam Seungho

“yak yak jangan pergi , aku ingin memberi mu ini” Soyeon mengeluarkan dua lembar tiket Lotte World lalu menyodorkan nya ke Seungho

“tadi nya aku ingin pergi dengan Hyomin , Qri dan Jiyeon , tapi mereka semua ada schedule yaa apa boleh buat? Temani aku yaa Seungho-ah~” pinta Soyeon manja .

Biasa nya sih Seungho mau-mau saja menemani sahabat nya ini pergi jalan-jalan , lagi pula ia sama sekali tak akan takut jika digosipkan dengan Soyeon , ia sudah menganggap Soyeon sebagai adik nya sendiri , Rain sajangnim pun tahu akan hal itu . Tapi entah kenapa ia ragu saat ingin menerima tiket Lotte world dari Soyeon

Seungho Pov

“tadi nya aku ingin pergi dengan Hyomin , Qri dan Jiyeon , tapi mereka semua ada schedule yaa apa boleh buat? Temani aku yaa Seungho-ah~” pinta Soyeon

Aku sih mau-mau saja menemani nya . Tapi tidak dengan hati ku . Wajah Hyejin melintas di otak ku . Mengapa di saat-saat seperti ini aku harus ingat dengan Hyejin ? Kenapa aku merasa bersalah jika harus menerima ajakan Soyeon ?

“Yang Seungho ! Kau yang bernama Yang seungho kan ?”

“ye ? Ah ne , aku Yang Seungho , maaf anda siapa ya ?” ucap ku sopan saat ada laki-laki seumuran dengan ku membuyarkan lamunan ku . Dia memegang kamera SLR di tangan kiri nya , shit! Apa dia wartawan ? Kenapa kru music bank memperbolehkan wartawan masuk ke backstage ?

“emm , seperti nya kau sibuk Seungho-ah , aku pergi dulu ya” ujar Soyeon sopan lalu meninggalkan ku bersama pria tadi demi mencegah timbul nya gossip tentu nya . Aku hanya tersenyum menanggapi nya

“kenalkan aku Park Changmin”

“oh , salam kenal tuan Park , ada yang bisa kubantu?”

“ehm” dia berdehem kecil , kulihat wajah nya canggung sekali “begini , istri  ku sedang hamil besar , dia  sedang  ngidam ingin sekali berfoto dengan mu , tentu jika kau tidak keberatan mohon bantulah aku Seungho-ssi” dia memohon pada ku dengan wajah yang sangat memelas . Phuahahaha , rasa nya aku sangat ingin tertawa terbahak-bahak sekarang ! Ku kira dia wartawan , tau-tau nya . . ahahaha ada-ada saja orang ini

“oh ne , ne tentu saja aku bisa membantu mu tuan Park” ucap ku ramah “lalu dimana istri mu itu tuan Park?” tanya ku bingung karena aku tak melihat siapa pun di tempat ini selain diri nya

“jeongmal ? gomawo Seungho-ssi!” ujar nya girang lalu mengeluarkan handphone nya

‘yoboseyo ? kau bisa kesini , chagy! wae? ne ne’ ia menutup pembicaraan dengan seseorang yang kupikir itu pasti istri nya

“maaf Seungho-ssi , sepertinya istri ku agak kesusahan berjalan kesini, mau kah kau menunggu sebentar sajaa , aku akan membawa nya kesini” kini dia memohon lagi , aku hanya bisa tersenyum menanggapi nya . Ia pun berlari ke arah ruang tunggu dan tak lama kemudian ku lihat ia memapah seorang perempuan yang masih terbilang cukup muda yang sedang hamil besar

“WAAA ITU YANG SEUNGHO ! HUWAAA ITU YANG SEUNGHO , YOBOE !” perempuan itu berteriak-teriak bak seorang fans ku *author : emang itu fans lo dodol*

Setelah berfoto dengan  nya , perempuan itu mengambil album It’s War dari tas nya dan meminta tanda tangan ku

“siapa nama mu nyonya?” tanya ku  ramah

“Haneul ! Park Haneul” ucap nya semangat . Seperti nya aku sering sekali menandatangani album untuk orang yang bernama Haneul . Ah tapi kan yang bernama Haneul banyak sekali di korea

“ini untuk nyonya Park Haneul” ucap ku senang lalu menyerahkan album tersebut kepada nya . Ia tersenyum senang lalu mengeluarkan beberapa keping album lagi dari tas nya .

“lihatlah , Yang Seungho-ssi aku sudah mendapatkan semua tanda tangan mu di setiap album Mblaq milik ku , jeongmal gomawo sudah mau menjadi idola yang baik untuk ku” ujar nya semangat lalu membungkuk pada ku

“dan di album It’s War inilah , album yang paling berharga . Mengapa ? Karena nama ku sudah bukan Jang Haneul lagi , tetapi sudah menjadi Park Haneul hehehe” dia tertawa polos , aku pun ikut tertawa pelan

“sudah chagy kita harus check up ke dokter hari ini”  tuan park akhir nya bicara karena sedari tadi dia diam saja

“ah ye! Baiklah , sekali lagi jeongmal gomawo Seungho-ssi ! Kau adalah idola ku sepanjang masa! Semoga kau menemukan pendamping hidup yang baik kelak , annyeong !” ucap Haneul girang .

Sepasang suami istri itu pun pergi . Romantis sekali pasangan itu ! Andai aku juga bisa begitu dengan orang yang kucintai kelak , namun mau bagaimana ? Seperti nya itu hanya mimpi belaka buat ku. Mengingat kini aku sudah mempunyai istri yang bahkan tidak aku kenal sama sekali . Huh~

****

“aku pulang~” ucap ku malas sambil membuka sepatu dan meletakkan nya di rak sepatu dekat pintu masuk . Kenapa rumah sepi sekali ? Kemana Hyejin ? Apa dia belum pulang ? Jam berapa ini ? Kulirik jam tangan ku , 09.00 pm . Waktu yang sangat larut untuk orang yang sedang kuliah dan waktu yang sangat pagi untuk orang seperti Hyejin tidur . Biasa nya ia tidur sekitar jam sebelas-an

“Hyejin-ah ? Kau sudah pulang ?” ucap ku sambil mengelilingi rumah . Tetap tak ada jawaban . Ku ketuk pintu kamar nya . Karena tak ada respon , kubuka saja pintu nya . Jujur saja , tujuh bulan sejak aku menikahi nya aku tak pernah sekali pun memasuki kamar nya . Semerbak harum bunga Chamomilie menerjang indra penciuman ku . Kamar nya harum sekali , dan juga . . aigo! Rapih sekali , berbeda sekali dengan kamar ku . Tahu begitu aku menyesal melarang nya untuk merapikan kamar ku !

Aku berputar-putar di kamar nya . Dan jujur saja , ini pertama kali nya aku memasuki kamar seorang yeoja selain kamar umma ku sendiri . Kamar nya Hyejin sangat lucu dan comfy , diatas kasur besar nya yang berspraikan warna biru muda terdapat boneka beruang besar pemberian Seunghoon, adik ku , saat kami menikah . Diatas meja belajar nya tersusun banyak sekali buku-buku kuliah nya , dan ada satu buku berwarna merah marun yang terbuka disana . Buku itu menarik perhatian ku . Ku ambil buku itu ‘Hyejin’s Diary’ begitulah tulisan nya di cover buku tersebut

“oppa! Aku pulang !” mampus , kenapa dia pulang saat aku baru saja mau membaca buku tersebut . Segera aku keluar dari kamar nya dan berjalan pura-pura acuh menuju ke dapur

“oppa , apa kau sudah makan ?” tanya nya khawatir pada ku . Aku memandang nya dari atas sampai bawah . Kelihatan nya dia lelah sekali , rambut nya yang sebahu itu sedikit acak-acakan , ia jadi sedikit lebih ‘besar’ karena bayi nya itu , tapi wajah nya semakin tirus  . Bahkan ia lupa meletakan tas nya yang kujamin berat itu

“oiya , aku kan belum masak makanan untuk makan malam , pabo Hyejin” lirih nya sambil merutuki diri nya sendiri

“tunggu sebentar ya oppa, aku akan masak” ia berjalan cepat menuju kamar nya

“tidak usah . .” ia menoleh kearah ku  , tatapan nya seolah tak mengerti apa yang ku ucapkan barusan , aku menghela nafas malas

“tidak usah masak , aku sudah makan” ucap ku singkat lalu masuk ke kamar

Hyejin Pov

Aduh kenapa dari tadi tidak ada taksi lewat ? Sudah jam delapan malam ! Harus nya sejak satu jam tadi aku sudah sampai di rumah ! Apa oppa sudah makan malam ? Tadi pagi sih aku menggoreng cukup banyak ayam berharap cukup untuk makan malam oppa , tapi lain hal nya jika tiba-tiba Mir dan Thunder nyelonong numpang sarapan bersama oppa , pasti ayam nya sudah habis .

Jam delapan lewat lima belas menit . Aku masih belum mendapatkan taksi kosong . Ahh , ya sudahlah aku naik bis saja . Meski naik bis lebih melelahkan tentu nya , karena terminal tempat aku turun nanti berjarak agak jauh dari apartement ku , tapi . . ya tak apalah

“oppa! Aku pulang !” seru ku setiba di rumah , kulihat ia sedang berdiri di dapur entah sedang apa , aku pun menghampiri nya

“oppa , apa kau sudah makan ?” tanya ku pelan . Ia memandang ku dengan tatapan tajam nya. Aku sangat takut jika ditatap oppa seperti itu , apa oppa marah pada ku ? Oya ! apa dia sudah makan malam ? oiya , aku kan belum masak makanan untuk makan malam , pabo Hyejin ! Lirih ku pelan

“tunggu sebentar ya oppa, aku akan masak” ucap ku buru-buru sambil berjalan menuju kamar  hendak meletakan tas

“tidak usah . .” langkah ku terhenti mendengar suara nya . Aku berbalik , dia mendesah malas

“tidak usah masak , aku sudah makan” ucap nya dingin sambil berlalu , mendengar nya  bagai dihujam beribu pisau tepat di dada ku . Aku terdiam di depan pintu kamar ku . Mata ku memanas lalu  mengeluarkan air mata . Rasa nya sakit sekali , sakit sekali ! Tiap aku berbicara pada nya , dia hanya tersenyum tipis atau tak merespon , aku sudah  terbiasa dengan hal itu , tapi kali ini ? Ia bicara dingin pada ku , seakan-akan sangat bosan melihat ku . Hati ku sakit sekali , tak ku sangka oppa sebegitu benci nya terhadap ku . Kurasa aku tak sanggup tinggal disini lagi , hanya membuat ku semakin sakit hati dan hanya membuat nya semakin membenci ku . Aku ingin tinggal bersama umma dan appa saja , dan juga Yoochun oppa .

Kuseka air mata ku dan melangkahkan kaki ku keluar rumah . Air mata ku turun lagi , namun kucoba untuk menahan nya dan menyeka nya lagi . Aku terus berjalan pelan meski tubuh ku lelah sekali .

Selamat malam oppa , semoga kau lebih bahagia bersama teman-teman mu , lirih ku pelan saat menutup pintu apartement ku . Aku berjalan pelan menuju lift , namun kepala ku tiba-tiba pusing , aish kenapa aku harus sakit sekarang ? Perut ku juga tiba-tiba terasa sakit , aku berhenti berjalan sebentar sambil memegangi perut ku . Sakit sekali ya tuhan , kenapa rasa nya sakit sekali dan semakin sakit saja , seperti ditusuk-tusuk jarum . Aku tak kuat menahan sakit nya , bahkan aku tak kuat berdiri lagi . Sakit sekali , demi apa pun ini sakit sekali !

“op..pa” aku mencoba merangkak kembali ke apartement ku tapi tak ku kuat , tangan dan kaki lu lemas tak bertenaga seperti habis dipukuli . Pandangan ku pun mulai kabur , dan semua nya gelap

Author Pov

“hyung , aku lapar~ masakan aku sesuatu hyung” pinta Mir manja pada hyung-hyung nya itu

“pesan saja di restoran , aku yang bayar entar” ucap Thunder malas lalu kembali serius ke psp nya

“aku gak mau masakan restoran Dungie hyung~”

“di dapur kan banyak kue pemberian penggemar-penggemar mu Mir-ah , biasa nya akan kau habisi ” sahut G.O yang baru saja keluar dari kamar mandi , handuk yang bertengger di bahu nya menunjukan kalau ia baru saja selesai mandi

“aku mau makan nasi hyung~ tidak mau kue~ aku mau masakan Hyejin nuna~” rengek  Mir manja

“heh Bang Mireu , kau tak boleh merepotkan Hyejin terus-terusan ! Dia juga pasti kan lelah , karena sedang  hamil , dan ditambah dia sudah punya suami , tak sopan kalau kau merepotkan nya terus” ucap Joon yang sedari tadi  hanya diam sambil membaca buku

“ habis , masakan nuna enak sekali hyung , jika dia membuka restoran aku akan makan disitu terus deh” kilah Mir “lagi pula . . . entah mengapa aku tak pernah melihat Seungho hyung sedang berduaan dengan Hyejin nuna , ia juga tak pernah cerita apa-apa tentang nuna ke kita”  ketiga hyung nya itu menoleh , mereka semua terlihat berpikir

“iya , benar juga kata Mir , aku tak pernah melihat nuna berduaan dengan Seungho hyung . Emm . . . bahkan kurasa , Seungho hyung tak peduli dengan nuna” ucap Thunder serius

“seperti nya begitu , padahal kan Hyejin kan cantik , pintar masak dan penyabar lagi . Setidak nya  Seungho hyung harus memperhatikan nya sedikit , mengingat Hyejin juga kan sedang mengandung anak nya juga , kenapa Seungho hyung setega itu pada istri nya sendiri” ujar Joon prihatin

“ditambah lagi , juga salah nya sendiri waktu itu dia mabuk-mabukan . Padahal aku sudah melarang nya untuk tidak minum soju terlalu banyak , tetap saja dia susah diberi tahu , dan akhir nya . . ya beginilah , Hyejin yang tak tau apa-apa harus menerima imbas nya . Kasian sekali Hyejin” timpal G.O

Joon , Thunder dan G.O jadi terlarut memikirkan Hyejin , melupakan Mir yang minta makan itu

“yak hyung ! aku tahu kalian sayang pada nuna , tapi kalian pasti tak akan membiarkan adik kalian yang ganteng satu ini mati kelaparan kan ? Belikan aku makanan hyung ~”

“dasar kau ini , ya sudah aku belikan ! Sekalian aku juga lapar sih” ucap Joon malas lalu bangkit dari duduk nya

“jeongmal hyung ? Gomawo hyung~” ujar Mir senang

“ne , ne , aku pergi dulu” Joon pun meninggalkan ruang keluarga dorm nya itu . Ia mengambil jaket nya yang digantung dekat pintu lalu memakai sepatu nya asal . Baru saja ia membuka pintu dorm nya , ia dikagetkan dengan pemandangan di depan nya

“Hyejin-ah! sadarlah! Hyejin-ah!” ujar Joon panik sambil menepuk-nepuk wajah Hyejin yang pucat

“ya tuhan , badan nya panas sekali” lirih Joon pelan . Tanpa pikir dua kali , ia langsung menggendong Hyejin masuk ke dalam dorm nya

“kenapa kau balik lagi Joonie ?” suara G.O terdengar bingung saat Joon kembali lagi dan berjalan cepat sambil menggendong seseorang menuju kamar milik  Seungho yang tak terpakai lagi sejak tujuh bulan lalu

“nuna ? YAK ! Joonie hyung ?! Itu Hyejin nuna kan ?!” Mir yang menyadari siapa yang digendong  Joon  langsung berlari menghampiri Joon , disusul G.O dan Thunder yang tak kalah cemas

“ada apa ini Joon ?”

“Hyung , tadi ku lihat dia pingsan di depan pintu , tubuh nya panas sekali hyung” ujar Joon panik

“telepon dokter , Cheondoongie!” perintah G.O

“ah? ye!” Thunder langsung menurut , dan mengambil handphone nya yang tertinggal di ruang keluarga tadi

bertahanlah Hyejin , lirih salah satu dari mereka ber-empat dalam hati

***TBC***

Iklan

One thought on “FF : BLAQ DREAM 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s